Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website

Anda sudah memiliki website dengan konten menarik, namun jumlah pengunjung berada di angka segitu-segitu saja? Atau mungkin Anda sudah bikin website berisi produk berkualitas dengan harga terjangkau, namun jumlah pembeli tak kunjung bertambah? Anda berada di tempat yang tepat karena di sini akan dibahas Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website secara Efektif.

Tutorial Litespeed Cache

Kecepatan Website

Mungkin jawaban dari pertanyaan di atas terletak di kecepatan website Anda. Pengunjung bisa jadi kabur sebab loading websitenya terlalu lama. Pengunjung website toko online Anda mungkin tak akan sabar menunggu loading foto produk yang lama.

Website dengan loading yang lama sangat mungkin untuk ditinggalkan oleh pengunjung. Karena mereka dapat menemukan konten atau produk serupa di Google yang loading-nya lebih cepat bila dibandingkan website toko online Anda.

Untuk menjawab kebutuhan pengunjung, website toko online Anda mesti loadingnya cepat. Kecepatan suatu website sama sekali tidak bisa Anda remehkan peranan pentingnya. Dan jangan lupa untuk mengikuti tutorial litespeed cache ini.

Baca : Pentingnya Kecepatan Website bagi Bisnis

Mengenal Cache

Caching adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kecepatan website WordPress Anda. Caching yaitu proses penyimpanan sementara data atau halaman HTML dan konten sebuah website untuk mengurangi penggunaan resource dan loading server.

Secara sederhana, cache merupakan teknologi yang membantu untuk menampilkan halaman website lebih cepat. Dengan teknologi caching, website Anda tidak perlu mengambil data dari server berulang-ulang untuk menampilkan halaman website yang sama sehingga kecepatan loading bisa meningkat.

Jika Anda sudah menggunakan hosting yang ditenagai LiteSpeed Web Server (LSWS), maka mengaktifkan LiteSpeed Cache adalah langkah terbaik untuk kecepatan WordPress Anda. Mengapa bisa begitu?

Sebab kombinasi LiteSpeed Web Server dan LiteSpeed Cache bisa meningkatkan kecepatan WordPress Anda berkali lipat. Selain itu juga bisa mengungguli kombinasi server dan plugin caching lainnya. Untuk tutorial litespeed cache agar optimal bisa baca di bawah.

Bisa Anda lihat pada grafik di atas, kombinasi LiteSpeed Web Server dan LiteSpeed Cache berada di posisi teratas dibanding kombinasi server dan plugin caching lainnya. Tidak hanya menduduki peringkat pertama di kategori kecepatan, kombinasi keduanya juga paling stabil.

Kelebihan Plugin LiteSpeed

Ingin website cepat? LiteSpeed solusinya. Di WordPress sendiri ada banyak plugin untuk meningkatkan kecepatan suatu website. Hal itu mungkin dapat membingungkan Anda dalam memilih plugin mana yang terbaik untuk website.

Anda tak harus repot-repot mencoba plugin satu per satu. Sebab plugin caching terbaik ada tepat di depan Anda ini, yakni LiteSpeed WordPress Caching (LSWC). Sebelum mengikuti tutorial litespeed cache, Anda perlu tahu alasan dari menggunakan plugin ini. Berikut alasan-alasannya :

1. Praktis dan Gratis

Instalasi LiteSpeed Cache cukup mudah dan praktis seperti berbagai plugin lainnya. Anda bisa memasangnya melalui cPanel atau dasbor WordPress. Tak perlu khawatir soal biaya, sebab plugin LiteSpeed Cache tersedia secara gratis!

2. Terintegrasi Langsung dengan LSWS

Kelebihan dari plugin ini bila dibandingkan plugin caching lain yaitu integrasinya dengan LiteSpeed Web Server (LSWS). Di mana LSWS merupakan web server tercepat untuk saat ini. Hosting yang memakai LSWS punya performa 6 kali lebih baik bila dibandingkan hosting yang memakai Apache.

Apakah layanan hosting Anda sudah memakai LiteSpeed Web Server? Ada beberapa layanan hosting yang menggunakan LSWS. Salah satunya yang menyediakan fitur ini yaitu saat Anda sewa hosting di NiagaHoster.

LiteSpeed Cache dapat melakukan banyak hal yang tak bisa dilakukan plugin cache lainnya. Karena terintegrasi langsung dengan LiteSpeed Web Server. Ingin tahu apa saja fiturnya, ikuti saja tutorial litespeed cache ini!

LiteSpeed Cache bisa mengingat entry cache yang tak bisa dilakukan oleh plugin cache lain. Selain itu LiteSpeed Cache juga menggunakan tag untuk mengelola pembersihan cache dengan tepat. Tidak cuma itu, LiteSpeed Cache pun dapat memakai beragam cookie untuk menyajikan berbagai versi konten yang dicache.

Cache ini berdasar pada hal-hal seperti :

  • seluler vs desktop,
  • lokasi geografis,
  • mata uang,
  • dll.

Baca juga: Apa itu LiteSpeed Memcached?

3. Hasil Benchmark Terbaik Dibanding Plugin Lain

Lihat chart perbandingan kombinasi performa web server dan plugin cache di gambar atas. Hasilnya, kombinasi LSWS dan LSWC menunjukkan performa terbaik dibanding dengan kombinasi lainnya. Kombinasi LSWS dan LSWC ini akan memungkinkan website Anda untuk menerima 5.200 page request per detik.

4. Kompatibel dengan Plugin Lain

Kompatibel atau tidak dengan plugin lain pun harus Anda perhatikan. Karena bila plugin caching yang Anda pakai tak kompatibel dengan versi WP-nya dan/atau plugin lain, maka dapat menurunkan kinerja website.

LiteSpeed telah memastikan plugin buatannya sudah kompatibel dengan plugin-plugin populer. Beberapa di antaranya adalah :

  • WooCommerce,
  • Contact Form 7,
  • Google XML Sitemaps,
  • Yoast SEO,
  • Wordfence Security,
  • WPML,
  • NextGen Gallery,
  • Autoptimize,
  • Ninja Forms,
  • dan masih banyak lagi.

5. Sudah Dipercaya 400rb Pengguna

Kualitas kinerja LiteSpeed bukanlah isapan jempol semata. Plugin LiteSpeed Cache ini telah diunduh dan diinstal oleh lebih dari 400.000 pengguna di dunia.

Rating plugin di situs resmi WordPress juga menunjukkan kinerja positif. Dari 362 review di WordPress, sebanyak 342 pengguna memberikan 5 bintang. Artinya plugin LiteSpeed Cache ini memang adalah plugin terbaik di kelasnya.

Fitur LiteSpeed WordPress Cache

Fitur utama LSWC yaitu untuk optimasi waktu loading website. Berikut adalah fitur-fitur yang ditawarkan plugin ini yang bisa Anda gunakan saat menjalankan tutorial LiteSpeed Cache :

1. Server Level Full-Page

LSWC langsung terintegrasi dengan LSWS. Sehingga lebih cepat untuk menampilkan laman website yang telah tersimpan di web server.

2. Image Optimization

LSWC pun menyediakan fitur untuk mengecilkan ukuran atau size gambar di website. Sehingga laman website bisa tampil lebih cepat.

3. Crawler

Plugin LiteSpeed Cache ini pun berfungsi untuk mengecek tiap laman website yang telah kadaluwarsa cachenya. Kemudian plugin ini akan melakukan refresh.

4. Lazy Load image

Dengan adanya fitur Lazy Load Image maka berbagai gambar di website Anda akan tampil lebih cepat.

5. Browser Cache Support

Plugin LSWC pun memungkinkan website Anda untuk menampilkan konten statis di perangkat pengguna.

Selain lima fitur yang dijelaskan dalam tutorial litespeed cache di atas, plugin ini juga menawarkan berbagai fitur unggulan lainnya. Di mana fitur ini akan memungkinkan kecepatan website Anda semakin optimal.

Cara Install Plugin LiteSpeed Cache

Tutorial litespeed cache yang pertama yaitu cara installnya. Untuk menginstall plugin LiteSpeed Cache secara manual, Anda perlu login ke dashboard website (WordPress) terlebih dahulu.

Lalu ikuti saja langkah-langkah di bawah ini:

  • Login ke dashboard website (WordPress).
  • Pilih menu Plugins.
  • Klik Add New.
  • Pada kolom pencarian (search bar), ketikkan “LiteSpeed Cache”.
  • Bila sudah ketemu Anda klik “install”.
  • Setelah terinstal, klik Activate untuk mengaktifkan plugin LiteSpeed Cache.

Selain lewat dasbor, di sini Anda juga bisa install plugin LiteSpeed Cache melalui cPanel. Ikuti saja tutorial litespeed cache terkait install via cPanel :

  • Masuk ke akun cPanel
  • Pada menu search, ketik LiteSpeed
  • Lalu pilih “LiteSpeed Web Cache Manager”
  • Scroll ke bawah hingga menemukan bagian “LiteSpeed Cache Management”.
  • Kemudian pilih “WordPress Cache”
  • Klik “Re-scan” untuk mengetahui status cache Anda saat ini
  • Setelah mendapatkan instalasi WordPress yang dimaksud, klik Enable
  • Setelah berhasil, maka Cache Status akan berubah menjadi Enabled

Konfigurasi Plugin LiteSpeed Cache

Setelah diinstal tutorial litespeed cache berikutnya mengkonfigurasinya. Konfigurasi LiteSpeed WP Cache sendiri tidak terlalu rumit. Anda cuma perlu mengikuti tutorial atau panduan di bawah untuk mengecek seperti apa seharusnya plugin LiteSpeed Cache berjalan di website.

Buat konfigurasinya sendiri akan dibagi menjadi ke 3 bagian penting, yakni General, Cache dan Optimize. Caranya, Anda perlu login ke dashboard website lebih dahulu. Lalu klik menu LiteSpeed Cache yang ada pada sidebar menu dashboard.

a. General

Langkah tutorial litespeed cache ini dimulai dari konfigurasi General. Pada tab “General”, ada daftar setting TTL (time-to-live) yang mengontrol seberapa lama masing-masing tipe konten disimpan di dalam cache.

  1. Pastikan bahwa LiteSpeed Cache berada dalam kondisi Enable.
  2. Anda dapat mengabaikan bagian yang ada di bawahnya (bagian default TTL). Karena secara otomatis telah teroptimasi saat Anda mengaktifkan LiteSpeed Cache.
  3. Selain itu, Anda juga bisa memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan upgrade otomatis pada tombol “Automatically Upgrade”.

b. Cache

Langkah tutorial litespeed cache selanjutnya yaitu konfigurasi Cache. Pada tab “Cache” terdapat pengaturan (setting) yang mengontrol cache pada tipe-tipe khusus seperti halaman login, REST API calls, dan sebagainya. Untuk tab Cache Control Settings ini, Anda bisa membuat konfigurasi (pilih on semua).

c. Optimize

Langkah tutorial litespeed cache berikutnya adalah konfigurasi Optimize. Buat menemukan tab “Optimize” ini, langkah pertama Anda perlu klik tab “Show Advanced Options” yang ada di sisi kanan.

Pada tab “Optimize” ini, pastikan konfigurasi dilakukan dengan hati-hati. Lalu lakukan test dan verifikasi menyeluruh pada website setelah Anda melakukan optimasi. Yaitu pastikan untuk mengaktifkan (set ke “ON”) pada seluruh konfigurasi yang ada.

Tips Membersihkan Cache

Tutorial LiteSpeed Cache tak hanya konfigurasi saja. Sebab selain bisa membuat cache, plugin LiteSpeed ini pun memberikan keleluasaan untuk menghapus cache tersebut. Baik secara terjadwal atau manual.

Secara default, LiteSpeed Cache akan melakukan pembersihan. Yaitu saat Anda menambahkan, mengedit, dan menghapus konten. Proses pembersihan ini dinamakan Purge.

Di samping itu, purge juga terjadi apabila attachment dihapus dari konten yang sudah ada. Plugin ini bisa melakukan pembersihan jika terjadi kadaluwarsa pada TTLatau adanya aktivitas baru. TTL merupakan kepanjangan dari time-to-live.

Menghapus cache ketika telah mencapai waktu kedaluwarsa yaitu cara paling sering dipakai oleh sebuah cache pada TTL-nya. Selain itu, LiteSpeed Cache bisa melakukan purge target seperti :

  • menghapus post yang sudah di-edit, dan
  • post yang terpengaruh olehnya.

Berikut tutorial litespeed cache untuk menghapus cache :

1. Membersihkan Cache Terjadwal melalui Setting Purge

Untuk membersihkan cache secara terjadwal, Anda bisa memilih menu tab “Purge”. Pada menu tab ini, scroll ke bawah sampai Anda menemukan “Scheduled Purge Time”. Lalu isikan jam, menit dan detik yang sudah Anda sesuaikan dengan kebutuhan pembersihan cache.

2. Membersihkan Cache Menyeluruh melalui cPanel

Untuk membersihkan cache secara menyeluruh pada website, Anda bisa melakukannya secara manual via cPanel.

  • Anda login ke cPanel
  • Cari menu “LiteSpeed Web Cache Manager”
  • Pilih menu “LiteSpeed Cache Management”
  • Lalu pilih WordPress Cache untuk masuk ke WordPress yang telah Anda instal LiteSpeed
  • Selanjutnya pilih Flush LSCache
  • Kemudian pilih Flush All

Catatan:

Jika Anda melakukan Flush All, maka cache akan dibersihkan di seluruh website.

Ikuti Tutorial LiteSpeed Cache agar Website Makin Gesit

Salah satu bagian fundamental dan penting dalam kinerja website yaitu kecepatan loadingnya. Makin lambat loading website Anda, maka banyak dampak negatif yang akan diperoleh.

Sebaliknya, bila loading website makin cepat, maka semakin banyak juga keuntungan yang Anda raih. Mulai dari memperoleh lebih banyak pengunjung sampai tingkat konversi yang tinggi.

LiteSpeed WordPress Cache (LSWC) merupakan solusi terbaik untuk meningkatkan kecepatan website. Di samping karena gratis dan mudah konfigurasinya, LSWC juga telah terintegrasi langsung dengan LiteSpeed Web Server (LSWS).

Untuk memasang LSWC merupakan perkara mudah. Anda dapat memasangnya lewat cPanel atau dasbor WordPress mengikuti langkah-langkah tutorial litespeed cache di atas. Sedangkan untuk LSWS, Anda harus teliti dalam memilih layanan hosting yang akan digunakan.

Sekian informasi berkaitan dengan Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website secara Efektif, semoga post ini mencerahkan Anda. Kami berharap post ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi : Jasa Update Content Website

Leave a Reply

Memperbaiki Permalink Website
Cara Memperbaiki Permalink Website yang Rusak
Reset Website WordPress
Cara Reset Website WordPress dengan Mudah
Membuat Custom Login
Cara Membuat Custom Login di Website WordPress
Cara Setting Robots TXT di Website
Bahasa Pemrograman CMS cPanel Domain Hosting Web Siap
Fitur di cPanel Hosting
Fitur di cPanel Hosting Website
Domain Tingkat Atas
Jenis Domain Tingkat Atas Terbaik yang Ada Sekarang
Keunggulan Domain Berbayar
Keunggulan Domain Berbayar bagi Bisnis yang Perlu Diketahui

Dasar SEO

Pengenalan SEO Riset Keyword

Optimasi Lanjutan

Copywriting Error Website Tips SEO

Teknik SEO

SEO Off Page SEO OnPage SEO Teknikal

Tools SEO

Tools Google Tools Riset KK Tools SEO Lain
Bisnis Jualan Link PPC Program Afiliasi Publisher Sumber Lain
Mendapatkan Uang dari Website
Cara Mendapatkan Uang dari Website yang Kita Punya
Jualan Online via Website
Jualan Online via Website yang Mudah Dilakukan
Platform SeedBacklink
Platform Seedbacklink Solusi Promosi Website dan Income Online
Membersihkan Cache
Cara Membersihkan Cache pada Website
Menggunakan Editor Gutenberg
Cara Menggunakan Editor Gutenberg Lengkap di WordPress
Plugin WordPress
Cara Instal Plugin WordPress yang Bisa Dilakukan
Cara Instal dan Ganti Theme Website
Cara Instal dan Ganti Theme Website