Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website

Kali ini kami akan bahas perihal Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website secara Efektif. Caching adalah salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan kecepatan website WordPress Anda. Caching yaitu proses penyimpanan sementara data atau halaman HTML dan konten sebuah website untuk mengurangi penggunaan resource dan loading server. Secara sederhana, cache merupakan teknologi yang membantu untuk menampilkan halaman website lebih cepat.

Tutorial Litespeed Cache

Tutorial Litespeed Cache

Dengan teknologi caching, website Anda tidak perlu mengambil data dari server berulang-ulang untuk menampilkan halaman website yang sama sehingga kecepatan loading bisa meningkat.

Jika Anda sudah menggunakan hosting yang ditenagai LiteSpeed Web Server, mengaktifkan LIteSpeed Cache adalah langkah terbaik untuk kecepatan WordPress Anda. Mengapa bisa begitu? Sebab kombinasi LiteSpeed Web Server dan LiteSpeed Cache bisa meningkatkan kecepatan WordPress Anda berkali lipat dan mengungguli kombinasi server dan plugin caching lainnya.

Bisa Anda lihat pada grafik di atas, kombinasi LiteSpeed Web Server dan LiteSpeed Cache berada di posisi teratas dibanding kombinasi server dan plugin caching lainnya. Tidak hanya menduduki peringkat pertama di kategori kecepatan, kombinasi keduanya juga paling stabil.

Cara Install Plugin LiteSpeed Cache

Tutorial litespeed cache yang pertama yaitu cara installnya. Untuk menginstall plugin LiteSpeed Cache secara manual, Anda perlu login ke dashboard website (WordPress) terlebih dahulu. Lalu ikuti saja langkah-langkah di bawah ini:

  • Login ke dashboard website (WordPress).
  • Pilih menu Plugins.
  • Klik Add New.
  • Pada kolom pencarian (search bar), ketikkan “LiteSpeed Cache”.
  • Bila sudah ketemu Anda klik “install”.
  • Setelah terinstal, klik Activate untuk mengaktifkan plugin LiteSpeed Cache.
Konfigurasi Plugin LiteSpeed Cache

Setelah diinstal tutorial litespeed cache berikutnya mengkonfigurasinya. Konfigurasi LiteSpeed WP Cache sendiri tidak terlalu rumit. Anda cuma perlu mengikuti tutorial atau panduan di bawah untuk mengecek seperti apa seharusnya plugin LiteSpeed Cache berjalan di website. Buat konfigurasinya sendiri akan dibagi menjadi ke 3 bagian penting, yakni General, Cache dan Optimize.

Caranya sama, Anda perlu login ke dashboard website lebih dahulu. Lalu klik menu LiteSpeed Cache yang ada pada sidebar menu dashboard.

1. General

Pada tab General, ada daftar setting TTL (time-to-live) yang mengontrol seberapa lama masing-masing tipe konten disimpan di dalam cache.

  • Pastikan bahwa LiteSpeed Cache berada dalam kondisi Enable.
  • Anda dapat mengabaikan bagian yang ada di bawahnya (bagian default TTL). Karena secara otomatis telah teroptimasi saat Anda mengaktifkan LiteSpeed Cache.
  • Selain itu, Anda juga bisa memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan upgrade otomatis pada tombol ini:

2. Cache

Pada tab Cache terdapat pengaturan (setting) yang mengontrol cache pada tipe-tipe khusus seperti halaman login, REST API calls, dan sebagainya. Untuk tab Cache Control Settings ini, Anda bisa membuat konfigurasi (pilih on semua).

3. Optimize

Buat menemukan tab Optimize ini, langkah pertama Anda perlu klik tab Show Advanced Options yang ada di sisi kanan. Pada tab Optimize ini, pastikan konfigurasi dilakukan dengan hati-hati. Lalu lakukan test dan verifikasi menyeluruh pada website setelah Anda melakukan optimasi. Yaitu pastikan untuk mengaktifkan (set ke “ON”) pada seluruh konfigurasi yang ada.

Sekian informasi berkaitan dengan Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website secara Efektif, semoga post ini mencerahkan Anda. Kami berharap post ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Leave a Reply