Cara Setting Plugin WP Smush untuk Mempercepat Loading Website

Anda mau mempercepat loading website dengan mengompres gambar? Kalau iya, Anda bisa memanfaatkan plugin optimasi seperti WP Smush. Untuk melakukan konfigurasi / setting plugin WP Smush supaya upaya optimasi gambar bisa maksimal, Anda bisa mengikuti tutorial di bawah.

Setting WP Smush

Plugin WP Smush

Kecepatan loading website jadi salah satu indikator / faktor yang berpengaruh terhadap peringkat website di mesin pencari. Salah satu cara untuk meningkatkan kecepatan loading web yaitu dengan mengoptimalkan atau mengompres gambar.

Di mana makin kecil ukuran gambar yang Anda pakai, maka makin cepat website bisa diakses. Tapi, biasanya bila ukuran gambar terlalu kecil, maka kualitas gambar akan menurun. Sehingga membuatnya terlihat tak menarik.

Jadi, melakukan kompres gambar sebelum diupload di website bisa jadi solusi yang efektif. Tapi, bila hal tersebut harus dilakukan satu per satu, tentu akan memakan waktu. Anda bisa memakai plugin khusus untuk mempercepat loading website.

Dengan menggunakan plugin optimasi maka sekali klik Anda bisa mengoptimasi puluhan gambar dengan mudah. Dan gambar yang teroptimasi bisa jadi ringan saat diakses tapi tetap terlihat jelas.

Definisi Plugin Smush

Salah satu plugin untuk mengopres / mengoptimasi gambar adalah plugin WP Smush. Dan plugin WP Smush untuk saat ini tersedia dalam 2 versi yakni gratis dan berbayar (premium).

Dan hingga artikel ini kami publikasi, plugin Smush sudah banyak di-instal oleh website di seluruh dunia. Hal ini karena untuk melakukan setting plugin WP Smush itu relatif mudah.

Fitur Plugin Smush

Berbagai fitur yang ada pada plugin WP Smush, di antaranya :

  • Incorrect Image Size Detection, yang berfungsi untuk menemukan gambar tak sesuai yang mengakibatkan website jadi lambat.
  • Background Optimization (Versi Pro), berfungsi untuk pengoptimalan gambar berlangsung meski plugin sudah ditutup.
  • Automated Optimization, berfungsi untuk melakukan kompress secara otomatis ketika gambar di upload.
  • Lossless Compression, berfungsi untuk mengkompress gambar tanpa mengurangi kualitas pada gambar.
  • Bulk Smush, berfungsi untuk mengoptimalkan dan kompress gambar secara masal.
  • Super Smush, berfungsi untuk mengoptimalkan gambar sampai 2x lebih banyak.
  • Directory Smush, berfungsi untuk mengoptimalkan gambar pada direktori lain.
  • Lazy Load, berfungsi untuk menunda gambar dimuat sebelum dilihat.
  • Image Resizing, berfungsi untuk bisa mengatur ukuran gambar.
  • dan masih banyak lagi.

Selain setting plugin WP Smush yang relatif mudah (lihat tutorialnya di bawah), plugin ini juga sudah kompatibel dengan :

  • tema (theme), dan
  • plugin lain.

Sehingga WP Smush serta theme dan plugin lain bisa saling berkolaborasi untuk memenuhi kebutuhan website Anda.

Kelebihan dan Kekurangan Plugin Smush

Setelah tahu apa itu plugin WP Smush dan berbagai fiturnya, selanjutnya Anda juga perlu tahu kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan

  • mudah dan cepat dalam melakukan optimasi ketika upload gambar ke website; dan
  • dapat melakukan kompress secara masal pada gambar yang telah di-upload pada website.

Kekurangan

Tingkat kompresi gambar pada plugin Smush masih kurang maksimal daripada compress foto biasa. Baik kompres foto / gambar secara online maupun menggunakan aplikasi.

Di mana saat gambar yang Anda upload di website punya size yang cukup besar, maka plugin ini hanya akan mengurangi size sedikit. Yaitu sekitar 10 – 20% saja dari size asli. Sehingga hasilnya gambar tetap berukuran besar.

Misal :

Anda upload file gambar dengan ukuran 3MB. Bila Anda kompres memakai plugin WP Smush hanya akan menghasilkan sekitar 2,4 MB – 2,7 MB. Dan itu masih terlalu besar ukuran kapasitas gambarnya.

Alternatif Optimasi Gambar

Meski akan melakukan setting plugin WP Smush tapi Anda tetap harus melakukan optimasi / ubah resolusi sebelum upload gambar ke website. Untuk kompres gambar Anda bisa memakai :

  1. Aplikasi Kompres Foto di HP
  • Lit Photo
  • Q Reduce Lite
  • PicTools Batch
  • Reduce Photo Size
  • Video & Image Compressor
  1. Aplikasi Kompres Foto di Komputer / PC atau Llaptop
  • ImBatch
  • Microsoft Paint
  • Adobe Photoshop
  • Caesium Image Compressor
  • Compress JPEG 5. FastStone
  1. Situs Online

Cara Konfigurasi WP Smush

Sebelum masuk ke panduan setting plugin WP Smush, Anda perlu menginstalnya lebih dulu di website. Berikut ini panduan / tutorial plugin untuk melakukan instalasi plugin WP Smush :

  1. login ke dasbor WordPress Anda;
  2. kemudian, pilih Plugins >> Tambahkan Plugin Baru (Add New);
  3. lalu, ketikkan “Smush” di kotak pencarian;
  4. setelah ketemu plugin Smush by WPMU DEV, klik Instal Sekarang (Install Now);
  5. tunggu proses instalasi berlangsung;
  6. bila sudah terinstal, klik Activate untuk mengaktifkan plugin di website Anda.

Setelah plugin Smush aktif, maka akan muncul menu Smush di dasbor website Anda. Di dasbor tersebut semua aktivitas setting plugin WP Smush dilakukan.

Ada 2 cara setting / konfigurasi plugin WP Smush untuk mempercepat loading website :

a. Pengaturan WP Smush Instan

Setting plugin WP Smush memakai Quick Setup merupakan pilihan terbaik untuk Anda yang pemula. Karena, seluruh fitur optimasi utama WP Smush telah dapat Anda nikmati secara langsung.

Berikut caranya :

  1. Masuk dashboard Smush.
  2. Klik menu Bulk Smush, lalu aktifkan opsi :
  • Automatic Compression sehingga gambar akan dikompres secara otomatis ketika Anda upload gambar di website.
  • Strip my image metadata di Metadata supaya EXIF pada gambar yang Anda upload di website terhapus secara otomatis. EXIF merupakan info pengaturan kamera seperti jam, tanggal, dan lainnya.
  1. Aktifkan Enable Lazy Loading di menu Lazy Load.
  2. Anda pun dapat mengizinkan WP Smush menganalisa data dengan cara Settings >> General >> aktifkan Allow usage data tracking.
  3. Klik Save Changes.

b. Pengaturan WP Smush Manual

Selain cara instan, Anda juga bisa melakukan setting plugin WP Smush secara manual sesuai kebutuhan website. Caranya Anda masuk ke dashboard utama Smush. Kemudian Anda lakukan beberapa pengaturan berikut ini :

1) Cek Gambar yang Perlu Dikompres

Sebelum optimasi gambar / setting plugin WP Smush secara manual Anda perlu melakukan pegecekan gambar yang perlu dikompres. Caranya yaitu :

  • pilih menu Smush,
  • klik Bulk Smush, dan
  • kemudian klik Re-Check Images.

Anda akan mendapatkan informasi berapa :

  • gambar yang perlu Anda optimasi; dan
  • ukuran dari gambar tersebut.
2) Kompres Beberapa Gambar Sekaligus

Setelah langkah 1 setting plugin WP Smush, Anda perlu mengkompres satu / beberapa gambar sekaligus dengan fitur Bulk Smush. Bila memakai versi gratisan, Anda dapat mengkompres sampai 50 gambar.

Untuk memakainya, cukup klik dashboard >> Bulk Smush Now. Bila mau melakukan kompress gambar tertentu, pilihlah gambar yang Anda inginkan dari menu Media Library.

Dan di menu Bulk Smush Anda akan menemukan bagian Settings. Di mana di bagian Setting ini Anda bisa menentukan opsi optimasi gambar yang mau dilakukan.

Lalu apa saja pengaturan tersebut?

1. Image Sizes

Setiap gambar yang Anda unggah (upload) di website menghasilkan beberapa thumbnail. Dengan opsi pengaturan Image Sizes ini thumbnail tersebut dapat ikut dikompres.

Anda dapat memilih opsi :

  • All – bila semua thumbnail mau Anda kompres.
  • Custom – opsi yang memungkinkan thumbnail dengan dimensi tertentu saja yang perlu dikompres.

2. Automatic compression dan Metadata

Penjelasan bisa Anda lihat di setting plugin WP Smush secara Instan di atas.

3. Image Resizing

Selain kompres otomatis, WP Smush juga bisa melakukan resize dimensi gambar Anda ketika diunggah. Caranya, cukup Anda aktifkan opsi Resize my full size images. Bila menginginkan ukuran tertentu, Anda pun dapat menentukannya secara manual.

3) Kompres Gambar di Folder Tertentu

Selain setting plugin WP Smush dengan melakukan Bulk Smush secara praktis, Anda pun dapat memanfaatkan Directory Smush. Fitur Directory Smush ini akan mengoptmasi / mengompres gambar yang ada di luar folder penyimpanan gambar Anda.

Misalnya folder :

  • plugin,
  • theme,
  • dan sebagainya.

Untuk memakai fitur ini, Anda bisa :

  • pilih menu Directory Smush;
  • klik CHOOSE DIRECTORY;
  • pilih folder berisi gambar yang mau Anda kompres;
  • lalu klik CHOOSE DIRECTORYuntuk memulai kompres gambar.
4) Menggunakan Lazy Load

Supaya gambar-gambar di satu halaman tidak perlu dimunculkan sekaligus, Anda bisa memanfaatkan fitur Lazy Load. Caranya tinggal Anda aktifkan / enable saja Lazy Load.

Lalu, apa saja opsi setting plugin WP Smush untuk Lazy Load?

1. Media Types

Opsi ini berguna untuk mengatur format gambar apa saja yang memanfaatkan fitur Lazy Load. Secara default, semua format gambar akan aktif. Namun, Anda dapat memilih sesuai kebutuhan dengan klik centang di sampingnya.

2. Output Locations

Anda bisa mengatur fitur Lazy Load diaktifkan di lokasi mana saja pada website Anda. Secara default, semua lokasi aktif. Tetapi, Anda dapat mengaturnya sesuai kebutuhan dengan menghilangkan centang di sampingnya.

3. Display & Animation

Anda dapat mengatur bagaimana animasi ketika gambar ditampilkan ke pengunjung website. Ada beberapa opsi animasi yang dapat Anda pilih di fitur ini, yaitu :

  • Fade In,
  • Spinner,
  • Placeholder, dan
  • None (opsi tanpa animasi).-

4. Include/Exclude

Anda bisa setting plugin WP Smush di mana Lazy Load akan aktif di website berdasarkan :

  • URL,
  • halaman,
  • jenis post,
  • dan lain sebagainya.

5. Scripts

Script pendukung halaman WordPress secara default ditempatkan di footer. Namun Anda dapat memindahkan script pendukung halaman WordPress ke header.

6. Native lazy load

Secara default, fitur ini dinonaktifkan. Anda dapat mengaktifkan fitur lazy load bawaan browser ini. Namun Anda perlu pertimbangkan kendala kompatibilitas di browser pengunjung website Anda.

7. Disable Noscript

Bila Anda memakai tool W3C HTML5 Validation kemungkinan akan muncul error karena No Script di halaman Anda. Jadi, Anda perlu menyalakan opsi ini untuk mengatasi error tersebut.

8. Deactivate

Opsi ini berguna untuk mematikan / menonaktifkan fitur lazy load di website Anda.

5) Pengaturan Tambahan pada Tools

Dengan setting plugin WP Smush memungkinkan Anda mengetahui gambar yang ukurannya tak sesuai. Nantinya, saat ada gambar di artikel yang :

  • terlalu kecil sehingga kurang terlihat; atau
  • terlalu besar sehingga kurang sesuai dengan tata letak / layout website.

Gambar yang ukurannya tak sesuai akan mengakibatkan gambar di website jadi blur karena salah dimensi. Jadi, direkomendasikan untuk mengaktifkan fitur ini dengan cara klik Settings >> General >> enable Image Resize Detection.

Tenang, hanya Anda yang akan dapat informasi gambar tak sesuai itu, bukan pengunjung Anda.

6) Mengubah Gambar jadi Format WebP

Setting plugin WP Smush yang satu ini khusus untuk pengguna premium / pro. WebP merupakan format gambar dengan ukuran lebih kecil, namun kualitasnya baik.

Format gambar ini sangat cocok untuk website modern dengan banyak gambar, seperti :

  • website traveling,
  • website kuliner,
  • dan sebagainya.

Bagi pengguna Smush versi Pro, Anda bisa memakai fitur Local WebP untuk mengubah gambar dengan format lain jadi WebP. Tidak perlu khawatir, bila browser pengunjung belum mendukung, format asli gambar akan dipakai otomatis.

Berikut cara setting plugin WP Smush untuk local WebP :

  1. Masuk dashboard Smush.
  2. Klik menu Local WebP.
  3. Lalu klik GET STARTED atau UNLOCK WEBP WITH PRO.
  4. Kemudian, scroll ke bawah untuk memilih web server yang Anda pakai. Sebenarnya, WP Smush sudah otomatis mendeteksi web server yang Anda pakai. Namun, bila salah deteksi, Anda dapat menggantinya secara manual.
  5. Setelah memilih web server yang sesuai, klik RE-CHECK STATUS.
  6. Pemberitahuan Local WebP yang sudah aktif akan muncul. Sekarang, Anda sudah dapat mengubah format gambar jadi WebP lewat Bulk Smush. Selain itu, gambar yang Anda unggah (upload) selanjutnya juga akan otomatis berubah jadi WebP.

Baca juga :  Panduan Konfigurasi Litespeed Cache untuk Mempercepat Website

Saatnya Setting Plugin WP Smush di Website!

Semoga setting / konfigurasi plugin WP Smush ini bermanfaat. WP Smush merupakan plugin optimasi gambar yang sangat efektif.

Anda bisa menghemat waktu dan tenaga. Sebab, dengan plugin untuk mempercepat loading website tersebut Anda tidak perlu melakukan optimasi gambar satu-satu. Hasilnya, optimasi yang Anda lakukan akan membuat loading website lebih cepat.

Bila mau kecepatan loading website lebih ngebut, maka optimasi lain pun perlu Anda lakukan. Jadi, bukan hanya sebatas gambar. Anda bisa menyimaknya di artikel SEO kami yang lain di website ini.

Sekian informasi berkaitan dengan cara setting plugin WP Smush untuk mempercepat loading website, kami harap post ini mencerahkan Anda. Kami berharap artikel tutorial WordPress ini kalian share supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Leave a Reply

Memperbaiki Permalink Website
Cara Memperbaiki Permalink Website yang Rusak
Reset Website WordPress
Cara Reset Website WordPress dengan Mudah
Membuat Custom Login
Cara Membuat Custom Login di Website WordPress
Cara Setting Robots TXT di Website
Bahasa Pemrograman CMS cPanel Domain Hosting Web Siap
Fitur di cPanel Hosting
Fitur di cPanel Hosting Website
Domain Tingkat Atas
Jenis Domain Tingkat Atas Terbaik yang Ada Sekarang
Keunggulan Domain Berbayar
Keunggulan Domain Berbayar bagi Bisnis yang Perlu Diketahui

Dasar SEO

Pengenalan SEO Riset Keyword

Optimasi Lanjutan

Copywriting Error Website Tips SEO

Teknik SEO

SEO Off Page SEO OnPage SEO Teknikal

Tools SEO

Tools Google Tools Riset KK Tools SEO Lain
Bisnis Jualan Link PPC Program Afiliasi Publisher Sumber Lain
Mendapatkan Uang dari Website
Cara Mendapatkan Uang dari Website yang Kita Punya
Jualan Online via Website
Jualan Online via Website yang Mudah Dilakukan
Platform SeedBacklink
Platform Seedbacklink Solusi Promosi Website dan Income Online
Plugin Toko Online Terbaik
Plugin Toko Online Terbaik Saat Ini
Theme Woocommerce Terbaik
Theme WooCommerce Terbaik untuk Toko Online
Plugin AdSense Terbaik
Plugin AdSense Terbaik untuk Memasang Iklan di Website
Theme Portofolio Terbaik
Theme Portofolio Terbaik untuk Web Agency dan Freelance