Penerapan User Experience atau UX bagi Pemula

Tahukah Anda jika User Experience atau UX merupakan salah satu aspek paling penting pada berbagai produk digital di saat ini? Apakah itu pada website, aplikasi smartphone, software komputer, atau produk digital yang lainnya. Mengapa demikian?

User Experience atau UX

User Experience

Sekarang, banyak sekali produk digital yang menawarkan berbagai fungsi, fitur, sampai harga yang satu sama lainnya mirip. Jika sudah seperti itu, apa yang membuat pengguna memilih salah satu dari produk tersebut?

Jawabannya yaitu User Experience atau UX atau pengalaman mereka ketika memakai produk tersebut. Maka dari itu, di artikel kali ini kami akan membahas mengenai user experience (UE / UX).

Simak ulasannya hingga selesai, ya!

Apa Itu User Experience?

Singkatnya, User Experience atau UX yaitu bagaimana pengalaman pengguna dalam berinteraksi atau memakai produk Anda.

Pengalaman ini dilihat dari betapa mudahnya pengguna untuk memperoleh apa yang mereka inginkan dari produk tersebut.

Dengan kata lain, user experience (UE / UX) produk yang bagus tak akan menyulitkan para pengguna untuk mencapai tujuan mereka. Apakah itu dari :

  • desain UI yang friendly,
  • produk yang ringan untuk diakses,
  • menu yang tak berbelit-belit,
  • dan lain sebagainya.

Sebaliknya, User Experience atau UX yang buruk membuat pengguna frustasi. Sebab para pengguna kesulitan untuk memperoleh apa yang mereka inginkan.

Jika sudah begini, maka akan ada banyak dampak buruk yang dapat terjadi pada Anda. Artikel ini akan menjelaskan berbagai dampak buruk tersebut dengan lengkap (tepatnya ada di bawah ini).

Tapi sebelum itu, berikut kami berikan contoh perbandingan user experience :

Aplikasi Online A (UX Bagus)

  • ringan dan cepat untuk dibuka
  • menu navigasi yang simpel dan mudah dipahami
  • desain yang konsisten di setiap elemennya
  • di layar hanya berisi informasi penting saja

Aplikasi Online B (UX Jelek)

  • berat dan lambat untuk dibuka
  • menu navigasi yang rumit dan tidak teratur
  • desain elemen yang berubah-ubah
  • di layar penuh dengan informasi dan gambar yang tidak perlu

Dari contoh di atas, aplikasi mana yang kemungkinan besar akan lebih dipilih oleh pengguna? Tentu saja aplikasi A, bukan? Kenapa?

Sebab pengalaman yang pengguna rasakan waktu memakai aplikasi A lebih nyaman dan menyenangkan daripada dengan aplikasi B.

Sampai sini, Anda sudah paham bukan mengapa user experience merupakan aspek yang sangat penting pada suatu produk digital.

Dampak User Experience yang Buruk bagi Bisnis

Anda tak boleh meremehkan User Experience atau UX yang buruk. Sebab hal itu bisa membawa banyak hal / dampak negatif pada bisnis Anda. Apa sajakah dampak buruk itu?

1. Pengguna akan Meninggalkan Produk Anda

Ini tentu merupakan dampak yang paling jelas dari buruknya User Experience atau UX. Orang memakai produk Anda karena percaya bahwa produk tersebut akan memberikan apa yang mereka butuhkan dengan mudah.

Namun user experience (UE / UX) yang buruk justru memberikan hal yang sebaliknya. Yaitu pengguna kesulitan untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan.

Akhirnya pengguna akan meninggalkan produk Anda. Sebab tak memperoleh apa yang mereka inginkan dengan mudah.

2. Merusak Reputasi

Anda harus menghindari pengguna produk mendapatkan User Experience atau UX yang buruk meskipun hanya satu orang.

Karena meskipun hanya ada satu orang, kemungkinan besar ia akan memberitahukan ke orang lain. Anda bisa sedikit tenang jika ia hanya memberitahu pada keluarga atau teman terdekat saja.

Tapi, bagaimana jika ia memberitahu ke seluruh dunia maya lewat medsos atau review di Google? Maka rusak sudah reputasi bisnis Anda.

3. Menghambur-hamburkan Uang

Memperbaiki User Experience atau UX yang buruk setelah produk dirilis bisa berpotensi lebih mahal 100x daripada punya UX bagus sejak awal. Ini tentu merupakan jumlah yang sangat besar.

Uang yang seharusnya dapat Anda pakai untuk pengembangan bisnis justru habis untuk perbaikan user experience (UE) produk. Menghambur-hamburkan uang saja, bukan?

4. Bisnis Merugi

Buruknya User Experience atau UX membuat pengguna kesulitan membeli apa yang mereka inginkan. Apakah karena :

  • website / aplikasi yang lambat,
  • halaman pembayaran yang tidak terbuka,
  • barang yang tidak ditampilkan,
  • dan lain sebagainya.

Akhirnya, pengguna akan meninggalkan website / aplikasi Anda di tengah jalan sebelum mereka memperoleh apa yang diinginkan.

Padahal, tujuan utama dari Anda mendirikan bisnis yaitu untuk mendapatkan keuntungan. Lalu bagaimana bisnis bisa mendapatkan keuntungan jika pengguna bahkan tidak dapat membeli apa yang Anda tawarkan?

Baca juga: Cara Mendapatkan Insight dari Suara Pelanggan

Tips Penerapan User Experience

Dampak dari User Experience atau UX yang buruk di atas begitu menyeramkan. Oleh karena itu, berikut beberapa tips untuk meningkatkan user experience supaya Anda terhindar dari berbagai dampak tersebut.

a. Perubahan Itu Tak Selalu Baik

Tips penerapan User Experience atau UX yang pertama adalah perubahan tak selalu baik. Mungkin Anda menyadari bahwa struktur dari website / aplikasi itu hampir mirip satu sama lainnya.

Mengapa begitu? Karena, hal itu memang terbukti berfungsi dengan baik. Alasan utamanya yaitu karena pengguna sudah terbiasa dalam memakai struktur seperti itu.

Pengguna itu tak selalu suka dengan perubahan yang Anda lakukan. Mereka sudah terbiasa dengan kebiasaan lama dan cenderung tak mau untuk beradaptasi dengan perubahan baru yang terlalu banyak.

Memang, perubahan tersebut berguna untuk membedakan produk Anda dengan produk kompetitor. Namun, jika Anda justru membuat bingung pengguna dengan perubahan tersebut, bukannya lebih baik untuk tak merubahnya.

Pengguna juga tak terlalu mempermasalahkan jika struktur produk Anda mirip dengan yang lainnya.

Jadi, lebih baik Anda memakai struktur yang memang sudah terbukti berfungsi dengan baik di pasaran. Anda dapat merubahnya sedikit supaya sesuai dengan bisnis yang dijalankan. Misal mengubah isi teks dan warna di CTA.

b. Gunakan Desain Terbaik (SKR)

Tips penerapan User Experience atau UX yang kedua adalah pakai desain yang simpel, konsisten, dan responsive (SKR).

Mengapa membuat sesuatu yang rumit bila Anda dapat membuatnya simpel? Desain yang rumit itu dapat membuat pengguna pusing dan akhirnya meninggalkan produk Anda.

Hal tersebut bisa dimaklumi. Karena, tidak ada orang yang tahan dengan satu layar penuh oleh berbagai elemen, gambar dan tulisan-tulisan yang tak perlu.

Begitu juga dengan desain yang tak konsisten. Pengunjung akan merasa kebingungan dan merasa tersesat bila desain tiap halaman berubah-ubah dengan drastis.

Dampaknya, pengunjung akan bertanya-tanya apakah mereka masih berada di dalam website / aplikasi Anda.

Oleh karena itu, lebih baik Anda memakai desain yang simpel dan konsisten. Buang semua hal yang berpotensi memperlambat dan menyulitkan pengguna untuk memperoleh apa yang mereka inginkan.

Masih bingung? Berikut beberapa tips untuk membuat User Experience atau UX design Anda simpel dan konsisten :

  • Tiap halaman punya tujuan yang jelas. Misalnya, halaman keranjang barang. Di halaman ini hanya ada daftar barang yang terdaftar di keranjang pengguna saat itu.
  • Pastikan desain yang konsisten di tiap Mulai dari warna, font yang dipilih, bentuk ikon sampai gambar sekalipun.
  • Tujuan dari tiap halaman dapat langsung dipahami pengguna. Bila Anda merasa pengguna akan memerlukan penjelasan tentang tujuan halaman tersebut. Artinya halaman tersebut masih belum cukup simpel.
  • Informasi tambahan yang tak terlalu penting wajib ada di bawah. Misalnya, informasi tentang rekomendasi barang / konten sejenis.
  • Buat website Anda responsive dan mobile-friendly. Lebih dari separuh populasi manusia memakai Jadi, sangat penting untuk membuat website yang Anda punya harus responsive dan mobile friendly.

Baca juga : Panduan Membuat Website Mobile Friendly

c. Pahami Keinginan dan Kebutuhan Pengguna

Tips penerapan User Experience atau UX yang ketiga adalah pahami pelanggan Anda. Memahami keinginan pengguna dan beranggapan bahwa pengguna memerlukannya itu yaitu 2 hal yang berbeda.

Anda harus menghindari memakai asumsi dan feeling bahwa pengguna akan memerlukan sesuatu. Melainkan, lakukanlah riset yang mendalam pada audiens Anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya mereka perlukan dan inginkan.

Anda bisa melakukan survei kepada pengguna untuk memerlukan feedback. Atau bisa pula dengan mengawasi bagaimana pengguna memakai produk yang mirip. Baik secara langsung ataupun dari jarak jauh.

Bila memilih melakukan survei, setidaknya Anda harus bisa memperoleh jawaban dari 3 pertanyaan ini :

  1. Bagaimana demografi pengguna Anda? Misalnya :
  • laki-laki,
  • perempuan,
  • orang yang melek teknologi,
  • orang yang awam teknologi,
  • orang dewasa,
  • remaja,
  • dan lain sebagainya.
  1. Apa yang pengguna perlukan dan bagaimana Anda akan memberikan solusi terhadap kebutuhan tersebut?
  2. Seberapa sulit pengguna memerlu produk Anda? Pastikan Anda memberikan pilihan misalnya mudah, cukup sulit, dan sulit. Serta minta pada pengguna untuk menuliskan alasannya.

d. Pastikan Hal-hal yang Penting Menonjol

Tips penerapan User Experience atau UX keempat adalah tonjolkan hal yang penting. Bukankah enak bila langsung menemukan sesuatu yang Anda cari tanpa perlu usaha berlebih untuk mencarinya?

Pengguna produk Anda pun memiliki keinginan seperti itu. Maka dari itu pastikan bahwa berbagai hal yang penting itu menonjol daripada yang lainnya.

Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan agar User Experience atau UX bisa bagus :

1. Tonjolkan Hal Terpenting

Hal-hal yang penting dari suatu halaman haruslah yang paling menonjol. Apakah itu :

  • judul artikel,
  • pengumuman,
  • informasi tertentu,
  • atau yang lainnya.

2. Pengguna Harus Tahu Dimana Mereka Berada

Maksudnya yaitu pengguna tahu dimana lokasi mereka saat ini di website atau aplikasi Anda. Apakah mereka berada di :

  • halaman produk,
  • halaman keranjang,
  • atau di lokasi lainnya.

Buatlah struktur navigasi yang jelas dan mudah dipahami. Seperti dengan :

  • Membuat sub menu di WordPress, dan
  • Membuat breadcrumb di WordPress dan fungsinya

3. Call-to-action (CTA) haruslah menarik dan jelas

Salah satu ciri CTA yang jelas yaitu pengguna tidak kebingungan tentang tujuan mengapa CTA itu berada di sana.

Kami sarankan Anda membaca artikel tips CTA meningkatkan conversion rate ini agar CTA bisa menarik dan tak bikin pengunjung bingung.

4. Perhatikan warna

Beberapa pengguna sudah familiar dengan warna-warna spesifik pada produk digital. Misalnya warna :

  • biru untuk link,
  • merah untuk pesan error / peringatan,
  • dan lain sebagainya.

Jadi, Anda tak perlu mengubahnya.

5. Perhatikan kolom pencarian

Biasanya, kolom pencarian punya tampilan kaca transparan dan ada di bagian atas halaman. Selain itu, Anda pun harus memberikan kata “Cari” atau “Search” supaya pengguna tahu jika itu memang kolom pencarian.

Baca juga: Website Layout Terbaik untuk Tingkatkan Konversi dan UX

e. Berikan Perjalanan yang Lancar untuk Pengguna

Tips penerapan User Experience atau UX yang kelima adalah beri perjalaan para pengunjung yang lancar. Maksudnya yaitu pengguna mudah berpindah dari satu halaman website atau aplikasi ke halaman yang lainnya.

Selain itu perpindahan tersebut bisa lancar tanpa hambatan sampai mereka mencapai tujuan mereka. Untuk mencapai hal itu, Anda perlu memikirkan dengan baik-baik apa yang akan pengguna lakukan di halaman tersebut.

Sebagai contoh perjalanan yang lancar untuk website: awalnya, pengguna memulai perjalanannya dari artikel website. Misalnya, artikel tersebut membahas “Cara Membuat WordPress”.

Anda dapat mengarahkan pengguna ke artikel lain yang masih berkaitan. Seperti :

  • Hal yang wajib dilakukan setelah membuat WordPress,
  • Daftar plugin yang wajib install di WordPress,
  • dll.

Bila langkah selanjutnya sudah terpikirkan, Anda harus mulai memikirkan akhir dari perjalanan pengguna. Akhir dari perjalanan pengguna ini yaitu ketika apa yang Anda tawarkan dan apa yang pengguna perlukan itu bertemu.

Contohnya :

  • Jika pengguna mencari artikel berkualitas dan website Anda memang menawarkan artikel berkualitas, artinya akhir perjalanan pengguna yaitu tombol subscribe.
  • Bila website Anda menjual suatu barang dan pengguna memerlukan barang tersebut, artinya perjalanan akhir pengguna ialah membeli barang tersebut.
  • Dan lain sebagainya.

Intinya yaitu berikan perjalanan selancar mungkin hingga pengguna memperoleh apa yang mereka inginkan. Semua klik, semua halaman, atau semua kegiatan pengguna itu haruslah membawa mereka selangkah lebih dekat pada tujuan.

Jangan sampai Anda memberikan halaman yang berisi halaman yang justru membawa pengguna balik lagi ke perjalanan awal. Seperti halaman informasi tidak penting, halaman error, dll.

Bila pengguna menemukan berbagai halaman tersebut, maka mereka akan frustasi dan langsung meninggalkan website Anda saat itu juga.

Baca Juga: Panduan Membuat Struktur Website SEO Friendly

User Experience atau UX Itu Penting!

Sekali lagi kami tekankan bahwa user experience (UE / UX) merupakan salah satu aspek penting untuk memastikan pengunjung nyaman memakai produk Anda.

Dengan User Experience atau UX yang bagus maka pengguna akan kembali lagi menggunakan produk Anda. Bahkan dengan senang hati akan merekomendasikan produk Anda ke orang lain.

Jadi, saat Anda menciptakan produk digital seperti membuat website, usahakan untuk mengeluarkan tenaga ekstra supaya memastikan user experience yang bagus.

Demikian info mengenai penerapan User Experience atau UX bagi pemula, kami harap artikel kali ini mencerahkan kalian. Mohon postingan tips dan trik SEO ini dishare agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi : Jasa Maintenance Website

Leave a Reply

Memperbaiki Permalink Website
Cara Memperbaiki Permalink Website yang Rusak
Reset Website WordPress
Cara Reset Website WordPress dengan Mudah
Membuat Custom Login
Cara Membuat Custom Login di Website WordPress
Cara Setting Robots TXT di Website
Bahasa Pemrograman CMS cPanel Domain Hosting Web Siap
Fitur di cPanel Hosting
Fitur di cPanel Hosting Website
Domain Tingkat Atas
Jenis Domain Tingkat Atas Terbaik yang Ada Sekarang
Keunggulan Domain Berbayar
Keunggulan Domain Berbayar bagi Bisnis yang Perlu Diketahui

Dasar SEO

Pengenalan SEO Riset Keyword

Optimasi Lanjutan

Copywriting Error Website Tips SEO

Teknik SEO

SEO Off Page SEO OnPage SEO Teknikal

Tools SEO

Tools Google Tools Riset KK Tools SEO Lain
Bisnis Jualan Link PPC Program Afiliasi Publisher Sumber Lain
Mendapatkan Uang dari Website
Cara Mendapatkan Uang dari Website yang Kita Punya
Jualan Online via Website
Jualan Online via Website yang Mudah Dilakukan
Platform SeedBacklink
Platform Seedbacklink Solusi Promosi Website dan Income Online
Membersihkan Cache
Cara Membersihkan Cache pada Website
Menggunakan Editor Gutenberg
Cara Menggunakan Editor Gutenberg Lengkap di WordPress
Plugin WordPress
Cara Instal Plugin WordPress yang Bisa Dilakukan
Cara Instal dan Ganti Theme Website
Cara Instal dan Ganti Theme Website