Pasang CloudFlare di Website secara Umum

Topik kita kali ini yakni Pasang CloudFlare di Website secara Umum. Setelah website Anda jadi dan dapat digunakan, Anda perlu memastikan bahwa website milik Anda tersebut dapat diakses dengan cepat. Hal ini semakin krusial mengingat kecepatan loading website turut menentukan peringkat website Anda ketika ditampilkan di mesin pencari. Tentu saja, website dengan kecepatan prima akan lebih diutamakan oleh Google.

Pasang CloudFlare di Website

Pasang CloudFlare di Website secara Umum

Ada banyak cara untuk mempercepat website, misalnya menggunakan plugin caching WordPress. Seperti WP Super Cache, optimasi gambar, maupun menggunakan Content Delivery Network (CDN). Dari sejumlah cara yang kami sebutkan, CDN CloudFlare merupakan cara paling efektif.

Apa Itu CDN CloudFlare?

CloudFlare adalah jaringan pengiriman konten yang bertindak sebagai proxy antara website dan pengunjung. Peran ini dijalankan CloudFlare sebagai penghubung antara pengunjung dan server website. CloudFlare memang memiliki banyak server yang tersebar di beberapa negara yang melayani cache konten statis dari lokasi terdekat. Cara ini menjadikan loading website Anda lebih cepat. Selain itu, website akan terhindar dari serangan berbahaya yang didalangi oleh pengunjung website.

Pengunjung website ini sendiri dibagi menjadi tiga jenis:

  1. Pengunjung berupa manusia.
  2. Crawler (perayap) dan robot. Merupakan pengunjung berupa program yang bertujuan memindai setiap halaman website. Pengunjung jenis ini dapat menghabiskan banyak bandwidth server.
  3. Pengunjung yang bertujuan untuk melakukan serangan pada website.

Dengan menggunakan layanan CloudFlare, website Anda dijamin aman dari berbagai serangan maupun aktivitas yang dapat merusak performa website Anda. Selain itu, CloudFlare melayani semua rikues ke website dan dapat menawarkan layanan yang lebih berguna jika dibandingkan dengan CDN tradisional.

Berikut ini beberapa fasilitas yang akan didapatkan bila menggunakan CloudFlare :

  • Mitigasi serangan DDoS.
  • Analytics untuk semua request yang dibuat ke website.
  • Instalasi sertifikat SSL yang lebih mudah.
  • Network gateway antara protocol.
Fungsi CloudFlare

Saat CloudFlare diaktifkan pada website, nameserver bakal secara otomatis mengikuti nameserver dari CloudFlare. Hal ini memungkinkan seluruh aktivitas ke dalam website tersaring dan dapat diakses lebih cepat karena semua lalu lintas melalui CloudFlare terlebih dahulu.

Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa didapatkan dari CloudFlare.

  1. Mengarahkan pengunjung pada koneksi paling cepat. CloudFlare bakal mengarahkan pengunjung pada data center terdekat. Sehingga website bisa diakses dua kali lebih cepat bila dibandingkan tanpa memakai CloudFlare.
  2. Mengawasi lalu lintas berbahaya pada website. CloudFlare bakal menerima permintaan akses dan menganalisa apakah pengunjung tersebut berbahaya atau tidak. Hal ini dilihat dari IP, resource yang diakses, dan seberapa sering menjalankan akses tersebut ke situs Anda. Apabila terlihat seperti sebuah ancaman, CloudFlare akan memblokirnya.
  3. Sebagai cache konten statis. CloudFlare berfungsi sebagai cache konten statis buat website. Misalnya gambar, JavaScript, CSS, dan sebagainya.

Manfaat Menggunakan CloudFlare

  1. Meningkatkan kinerja website. CloudFlare punya server proxy tersebar di berbagai negara dan bisa mengarahkan pengunjung ke server terdekat. Hal inilah yang menjadikan kecepatan loading halaman website meningkat.
  2. Optimasi website pada perangkat mobile. Teknologi Rocket Loader dan AutoMinify menjadikan website bisa diakses lebih cepat dan efisien via berbagai perangkat.
  3. Perlindungan dari bot dan ancaman. CloudFlare memakai data dari pengguna dan pihak ketiga. Hal ini untuk mengidentifikasi apakah lalu lintas ke website merupakan ancaman atau bukan, dan akan berusaha menghentikannya. Anda dapat melihat laporannya pada dashboard CloudFlare.
  4. Melindungi website dari komentar spam. CloudFlare memakai data dari pihak ketiga buat menyaring komentar pada website.
  5. Memberikan peringatan pada pengunjung jika komputer terinfeksi virus. CloudFlare bisa memberikan peringatan pada pengunjung jika komputer mereka terinfeksi virus dan menyarankan buat segera membersihkannya. Biasanya, agar dapat mengakses website Anda, pengunjung akan diminta memasukkan CAPTCHA.
  6. Browsing mode offline. Saat hosting mengalami gangguan, pengunjung bakal tetap bisa mengakses website sebab halaman website telah ada dalam cache CloudFlare.
  7. Mengurangi penggunaan resource server. Request pada server bakal berkurang dan hal ini akan mempengaruhi beban server, misalnya pemakaian CPU pada hosting. Bahkan ketika ada lonjakan pengunjung, beban server akan tetap aman.
  8. Laporan pengunjung. CloudFlare bisa menampilkan pengunjung apakah itu robot search engine, ancaman, atau lalu lintas dari pengunjung manusia.

Sekian informasi mengenai Pasang CloudFlare di Website secara Umum, kami harap artikel kali ini membantu kalian. Tolong artikel ini dishare biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Leave a Reply