Panduan Optimasi Internal Link Lengkap pada Website

bannerlbo

Apa itu internal link? Apa saja manfaat dari internal link untuk SEO? Bagaimana cara membuat internal link di website? Semua pertanyaan ini akan terjawab dalam artikel panduan optimasi internal link ini. Oleh karenanya baca artikel ini sampai habis.

Optimasi Internal Link

Internal Link

Di berbagai artikel dengan pembahasan tips dan trik SEO, pasti akan membahas tentang internal link. Hal itu tidak jadi sesuatu yang mengherankan. Sebab internal link merupakan salah satu aspek yang tidak terpisahkan dari praktik SEO. Tapi, bagi yang baru punya website, istilah ini akan menimbulkan banyak tanda tanya. Namun tidak perlu khawatir, karena saat ini Anda sudah datang ke tempat yang tepat.

Di artikel ini, semua pertanyaan Anda terkait optimasi internal link di atas akan terjawab. Artikel ini akan membahas dengan tuntas dari A – Z mengenai internal link. Sehingga Anda tidak hanya tahu arti dari internal link, namun juga cara mengoptimasinya untuk SEO.

Internal link merupakan salah satu bagian dari teknik-teknik SEO. Jadi, sebelum menerapkan berbagai cara di artikel ini, pastikan Anda mempelajari apa itu SEO lebih dulu. Tapi, tidak usah khawatir, sebab Anda bisa menemukan seluk beluk SEO dengan lengkap dan mendalam di website kami ini (kategori SEO). Atau bila perlu Anda bisa sewa jasa SEO profesional.

Definisi Internal Link

Internal link merupakan suatu link dari 1 halaman yang menuju ke halaman lainnya dalam 1 website yang sama. Contohnya begini :

Pada artikel Panduan Optimasi SEO Image, langkah ketiga adalah pilih format gambar terbaik. Tapi, alih-alih menuliskan cara memilih format gambar di poin tersebut, kami memasukkan link menuju artikel terpisah. Yaitu link menuju artikel yang membahas cara optimasi ukuran gambar untuk website cepat. Link inilah yang dinamakan internal link.

Internal Link

Internal link ini penting untuk SEO sebab dapat membantu mesin pencari seperti Google untuk mengindeks website Anda. Selain itu juga membuat mesin pencari memahami struktur website secara keseluruhan. Oleh karena itu lakukan optimasi internal link dengan benar dan baik.

Jika Google lebih memahami website Anda, tentu lebih website Anda mudah untuk mendapatkan rangking teratas di hasil pencarian. Tapi dengan catatan Anda sudah menerapkan teknik SEO lainnya. Begitu sebaliknya, bila search engine (Google) bingung dengan website Anda, maka kesempatan untuk mendapatkan peringkat atas juga makin kecil.

Manfaat Membangun Internal Link

Berikut ini beberapa manfaat membangun internal link :

1. Bikin Pengunjung Betah

Salah satu manfaat utama optimasi internal link yaitu mempermudah pengunjung menemukan informasi yang dibutuhkan. Khususnya untuk artikel berseri yang saling berhubungan antara satu sama lain. Bila pengunjung betah, maka website Anda akan dipandang baik di mata Google. Pada akhirnya, peringkat website Anda semakin baik di mata user ataupun web crawler.

2. Menurunkan Bounce Rate

Bounce rate merupakan indikator yang dipakai untuk menghitung seberapa banyak halaman yang dibuka pengunjung saat sampai di website kita. Pengaruh utama nilai bounce rate yaitu kualitas artikel dan kemudahan navigasi. Dengan adanya internal link yang relevan maka akan membuat pengunjung website terpancing untuk melakukan klik. Selain itu juga akan membuat penelusuran mereka lebih dalam dari konten yang kita sajikan.

Bounce Rate

3. Distribusi Traffic Antar Artikel

Di dalam sebuah website, pasti ada artikel yang tak memperoleh exposure traffic optimal. Di sisi lain, ada artikel pilar yang memperoleh banyak kunjungan. Untuk meratakan distribusi trafik ke artikel yang kurang medapat perhatian pembaca, Anda bisa memanfaatkan internal link. Dengan cara ini maka trafik akan lebih merata.

Langkah Membangun Internal Link di Website

Berikut ini beberapa langkah untuk mengoptimalkan optimasi internal link di website Anda supaya SEO bisa maksimal.

a. Buat Konten yang Banyak dan Saling Berhubungan

Bisa dikatakan langkah pertama optimasi internal link ini merupakan langkah terpenting. Bila Anda tak punya konten, berarti tidak ada internal link yang dapat dipasang. Dengan kata lain, makin banyak konten Anda, maka semakin banyak juga link yang dapat dimasukkan.

Tapi, jangan asal-asalan dalam bikin konten. Buatlah konten yang masih saling berkaitan atau satu topik sehingga dapat Anda pasang internal link. Misalnya, Anda bikin konten yang membahas tips merawat bonsai. Tak pas jika di dalam konten tersebut Anda pasang link ke artikel “7+ Teknik Menguras Akuarium yang Baik dan Benar”.

Oleh karena itu buatlah konten yang berkualitas di website secara rutin. Dengan semakin banyaknya halaman baru website Anda yang saling berkaitan, nantinya akan semakin mudah dalam memasang internal link ke depannya.

Bila bingung mau bikin konten apa, mungkin artikel Cara riset Kata Kunci yang Jitu  ini bisa membantu Anda mencari ide untuk konten.

b. Memasukan Kata Kunci di Anchor Text

Optimasi internal link selanjutnya yaitu kata kunci pada anchor text. Anda mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah anchor text. Anchor text yaitu potongan teks berisi link yang bisa diklik. Ia berbeda dari teks biasa dan biasanya berwarna biru.

Ketika memakai anchor text jangan lupa untuk memasukkan kata kunci tentang halaman yang mau Anda dituju. Dengan kata lain, untuk internal link Anda harus menghindari anchor text seperti “klik di sini,” atau “halaman ini”.

Karena, anchor text dengan kata kunci dapat membantu Google dan pengunjung. Anchor text dapat membantu untuk memahami isi dari link Anda sebelum mereka mengkliknya. Praktek anchor text dengan kata kunci merupakan rekomendasi dari Google itu sendiri.

c. Link ke Halaman yang Relevan

Saat Anda merasa suatu halaman relevan dengan halaman lain maka pasanglah internal link. Karena, bila tak ada hubungannya, maka kemungkinan link tersebut di klik oleh pengunjung akan sangat kecil.

Sebagai contoh untuk optimasi internal link di artikel ini. Bila kami memasang link ke artikel “9+ Trik Merawat Server Website Paling Mujarab,” Anda pasti tak akan mengkliknya, kan?

Terjadinya klik yang rendah menunjukkan bahwa tingkat engagement pengunjung rendah. Dampaknya, Google akan menganggap jika internal link tersebut tak relevan dan akhirnya berefek buruk pada SEO Anda. Jadi, Anda harus pasang link yang relevan. Karena hal ini dapat mendorong para pengunjung untuk mempelajari topik tersebut lebih dalam lagi.

d. Buat Anchor Text yang Bervariasi

Optimasi internal link selanjutnya yakni variasi anchor text. Tak semua anchor text akan sesuai dengan kalimat yang Anda tulis. Jadi, jangan saklek ketika memasukkan anchor text dengan keyword yang sama di tiap kontennya. Anda dapat membuatnya dengan lebih bervariasi supaya terlihat natural.

Lagian, anchor text dengan kata kunci yang berulang-ulang itu dianggap Google tidak wajar. Cara ini dianggap Google sebagai upaya untuk mencurangi algoritma. Jadi, Anda mesti menghindarinya supaya tak terkena pinalti dari Google.

Untuk membuat anchor text, kami menyarankan Anda untuk membaca artikel “Cara membuat Anchor Text yang Baik dan Benar”.

Anchor

e. Gunakan Link Dofollow

Link dofollow merupakan jenis link yang memperbolehkan agar Google mengikuti link tersebut. Mungkin langkah optimasi internal link yang satu ini terlihat sangat jelas. Namun tidak sedikit orang yang justru memasang nofollow di internal link. Sehingga membuat Google mengabaikan link tersebut. Hal ini biasanya disebabkan kesalahan internal link plugin.

Oleh sebab itu, pastikan semua internal link Anda memakai link dofollow. Hal ini supaya Google dapat mengikuti semua link tersebut.

Baca : Cara Membuat Link Dofollow

f. Link ke Halaman Penting di Website Anda

Optimasi internal link selanjutnya ialah link ke halaman penting. Ketika Anda memasang internal link, authority halaman (page authority) tersebut juga akan di-share ke halaman lain. Makin tinggi authority yang di-share, maka semakin baik juga untuk SEO website Anda.

Oleh sebab itu, usahakan Anda memasang internal link dengan cara terbaik. Yaitu memasang link di halaman yang memiliki authority tinggi ke halaman yang mau mendapatkan ranking. Untuk mengetahui tingkat authority halaman website dengan akurat, Anda bisa memakai tool berbayar seperti Ahrefs atau Moz Pro. Tapi, ada juga cara lain meskipun tak seakurat tool berbayar yaitu dengan memakai tool gratisan.

Baca : Mengecek Domain dan Page Authority

g. Pasang Internal Link Secukupnya

Berapa banyak internal link yang mesti dipasang di 1 halaman? Tidak ada yang tahu jawaban pastinya. Tapi kami sarankan bila ingin melakukan optimasi internal link itu sekitar 100 link di 1 halaman. Lantas, apakah memasang internal link kurang atau lebih dari 100 itu dilarang? Jawabannya belum bisa dipastikan.

Hal di atas jangan dijadikan patokan utama. Karena, setiap halaman website memiliki tujuan yang berbeda-beda. Kadang 100 link harus dimasukkan sebab untuk mendukung tujuan halaman tersebut. Tapi, hal tersebut tak jadi masalah. Karena, tujuan memberikan link yaitu supaya memudahkan pengunjung untuk menemukan sesuatu yang dimaksud dari link.

Intinya, Anda harus memperhatikan tujuan dan user experience ketika memasukkan internal link. Bila dengan banyak link dapat membantu pengunjung, Anda tambahkan saja sebanyak yang dibutuhkan. Tapi bila tidak, Anda tak harus memasukkan internal link tersebut.

Perhatikan Optimasi Internal Link Mulai Sekarang!

Untuk mendapat hasil optimasi SEO yang maksimal, ada berbagai langkah ekstra yang mesti Anda lakukan. Bila Anda belum menerapkan langkah-langkah optimasi internal link di bawah, sebaiknya segera lakukan sekarang.

Ada beberapa langkah khusus yang harus Anda lakukan supaya bisa mendapatkan manfaat penuh dari internal link ini, yaitu :

  1. Buat konten yang banyak
  2. Memasukkan kata kunci di anchor text
  3. Link ke halaman yang relevan
  4. Hindari anchor text yang sama ke 2 halaman berbeda
  5. Pakai jenis link dofollow
  6. Link ke halaman-halaman penting di website
  7. Jangan terlalu banyak memasang internal link dalam 1 halaman

Untuk pembahasan internal link di atas silakan scroll ke atas. Namun optimasi internal link ini saja masih kurang bila website Anda mau berada di rangking teratas mesin pencari (Google). Ada langkah-langkah optimasi lain yang harus Anda lakukan. Apa saja langkah-langkah itu? Anda bisa menemukannya di website kami ini.

Demikian info mengenai panduan optimasi internal link lengkap pada website, kami harap postingan ini berguna untuk kalian. Tolong artikel optimasi SEO Off Page ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

22793

Leave a Reply

Situs Penerima PPC
Situs Penerima PPC beserta Syarat dan Ketentuannya
Mendapatkan Income dari Program PPC
Mendapatkan Income dari Program PPC untuk Website
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Bahasa Pemrograman CMS cPanel Domain Hosting Website WordPress
Setting Robot TXT
Cara Setting Robots TXT di Website
Belajar HTML Dasar
Belajar HTML Dasar bagi Pemula Lengkap
Platform Website Terbaik
Platform Website Terbaik bagi Pemula dan Profesional

Dasar SEO

Pengenalan SEO Riset Keyword

Teknik SEO

SEO Off Page SEO On Page Technical SEO

Tips SEO

Copywriting Error Website Tips SEO Lain

Tools SEO

Tools Google Tools Riset KK Tools SEO Lain
Jasa Digital Theme Tools Website Webhosting
Diztro Theme
Diztro Theme Toko Online Indonesia
Olzhop Theme
Olzhop Theme Toko Online Terbaru
Tokow Theme
Tokow Theme Template Toko Online Terbaik untuk WordPress
Struktur Google Ads
Struktur Google Ads untuk Kampanye Iklan
Cara Kerja Google Ads
Cara Kerja Google Ads di Mesin Pencarian
Layanan Google Ads
Layanan Google Ads atau Adwords
Google Keyword Planner
Panen Kata Kunci dengan Google Keyword Planner