Mitos SEO yang Merugikan Website dan Perlu Dibongkar

bannerlbo

Di postingan ini kami akan jelaskan mengenai Membongkar 10 Mitos SEO yang Merugikan Website. Awas! Beberapa tips SEO itu hanya mitos! Tahukah Anda apa persamaan dari semua pernyataan berikut :

  • Optimasi SEO sekali sudah cukup
  • Semakin banyak backlink semakin baik
  • Perbanyak kata kunci
  • Konten seadanya asal punya konten

Mitos SEO

Pernyataan mengenai SEO

Semua pernyataan tersebut adalah dusta belaka. Mungkin jawaban tersebut sangat mengejutkan, tapi itulah faktanya. Di atas adalah contoh nyata beberapa mitos SEO yang tersebar luas di jagat maya.

Apakah Anda terlanjur mempercayai mitos tersebut? Tak perlu panik! Di postingan ini, Anda bisa tahu trik SEO apa saja yang termasuk mitos. Sehingga Anda paham trik apa saja yang mesti dijauhi dan dihindari. Dengan meninggalkan mitos yang menyesatkan serta menerapkan SEO yang benar, maka Anda bisa duduk nyaman di puncak hasil pencarian. Dan Anda tidak perlu khawatir akan terkena penalti dari Google.

Mengapa SEO penting dan dicari orang?

Website ada di posisi atas (halaman satu) Google itu bagaikan menemukan jin di dalam botol. Di mana hampir semua hal yang kita inginkan bisa terwujud. Misalnya :

  • Ingin website populer? Bisa! Sebab, sumber traffic terbanyak (51%) itu berasal dari organik Google. Berbeda jauh dari media sosial ataupun paid search yang hanya menyumbang 10% trafik saja.
  • Ingin jualan Anda laris manis? Tentu bisa! Sebanyak 40% profit bisnis online berasal dari pelanggan yang menggunakan Google untuk menemukan bisnis Anda.

Itu kenapa, masuk ke halaman #1 Google salah satu hal yang penting. Pengguna google hanya melihat halaman pertama saja, khususnya yang ada di ranking 5 besar. Mereka tak mau repot-repot scroll ke bawah apalagi harus menuju ke halaman 2 Google.

Dan bagian terbaiknya adalah SEO itu murah meriah! Siapa coba yang dapat menolak semua manfaat di atas tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam? Bahkan, SEO bisa diraih tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

Mengapa banyak mitos tentang SEO yang beredar luas?

Ada tiga alasan utama kenapa saat ini banyak mitos SEO yang beredar luas :

  1. Orang maunya hasil instan. Mereka merasa bisa menipu algoritma Google yang canggih dengan trik-trik murahan.
  2. Ketinggalan zaman dengan algoritma Google yang selalu diperbarui. Akibatnya, mereka masih saja memanfaatkan “celah” jadul yang sudah diperbaiki di algoritma terbaru.
  3. Jebakan dari kompetitor. Mereka sengaja menyebar mitos SEO dengan iming-iming posisi atas dengan mudah kepada situs-situs baru.

Membongkar Mitos SEO

Seperti hoax yang berseliweran di internet, keberadaan mitos SEO itu pun sangat berbahaya. Karena Anda bisa menghabiskan waktu dan tenaga, bahkan dana untuk melakukan sesuatu yang sia-sia dan tak terbukti kebenarannya.

Mitos 1: Optimasi SEO itu sekali saja sudah cukup

Ada dua jenis orang yang menganggap mitos SEO ini nyata:

a. Orang yang optimasi SEO sekali dan tak menghasilkan apa-apa sehingga menganggapnya tak berguna.

Padahal, SEO itu butuh waktu. Bila menerapkan teknik SEO secara benar, hasil kerja keras Anda akan mulai kelihatan dalam 4 – 6 bulan. Karena banyaknya kompetisi di hasil pencarian dan dominasi situs terkenal di posisi atas. Selain itu Google juga butuh waktu untuk mempelajari website Anda.

b. Orang yang baru optimasi SEO sekali tapi hasilnya memuaskan dan menganggapnya cukup untuk selamanya.

Sebaiknya Anda jangan santai-santai dan cepat berpuas diri. Algoritma Google selalu berubah dan website baru selalu muncul tiap menitnya. Mereka siap merebut tahta posisi puncak dari Anda. Jadi, Anda tetap wajib melakukan optimasi SEO tiap 3 atau 6 bulan sekali supaya tetap berada di puncak.

Intinya, Anda harus melakukan optimasi terus-menerus. Sebab SEO perlu waktu dan algoritma Google selalu berubah. Bukan hanya terpaku pada mitos SEO ini.

Mitos 2: Keyword stuffing

Keyword stuffing adalah sengaja memperbanyak kata kunci yang sama di satu halaman dengan tujuan untuk mendapatkan ranking tinggi di Google. Benarkah demikian? Zaman Google baru lahir dulu mungkin iya, tapi tidak dengan algoritma saat ini. Bahkan, keyword stuffing itu justru bisa memberikan dampak negatif bagi SEO Anda.

Sebab, Google menganggap keyword stuffing itu manipulatif karena berusaha “mengalahkan” algoritma. Bukannya memberikan konten yang relevan dan berkualitas kepada pengunjung. Padahal pengalaman pengunjung adalah faktor penting bagi SEO. Coba Anda baca tulisan di bawah ini. Apakah berkualitas?

“Bila mencari kucing impor murah, Anda sudah datang ke tempat yang tepat! Kami menawarkan kucing impor murah yang dijamin terpercaya karena toko kucing impor murah kami sudah berjalan selama 5 tahun dan menyelesaikan lebih dari 300 penjualan! Jika Anda masih ragu, kami menawarkan dua bonus yang bisa dipilih setiap satu pembelian kucing impor murah kami.”

Contoh tulisan di atas tidak enak dibaca, bukan? Maka dari itu, hindari terlalu banyak memasukkan kata kunci di konten Anda karena ini hanya mitos SEO saja. Sebarlah kata kunci Anda dengan rata dari atas ke bawah. Selain itu, masukkanlah kata kunci jika dirasa perlu dan kalimatnya memang nyambung dengan pembahasan.

Mitos 3: Satu kata kunci per halaman itu kunci kesuksesan

Sebelum 2013, strategi ini bisa diterapkan dengan baik. Namun, semua berubah ketika algoritma Hummingbird menyerang. Sejak saat itu, Google menganggap strategi ini sebagai upaya pembuatan konten tak berkualitas karena sifatnya yang repetitif dan terkesan spam. Sehingga ini termasuk mitos SEO malah justru akan berefek negatif. Di mana Website Anda bisa turun ranking dan bahkan dihapus (deindex) dari pencarian Google. Mengerikan, bukan?

Jadi sebaiknya, satu halaman itu menarget beberapa kata kunci yang berkaitan. Caranya adalah dengan berfokus kepada search intent pengunjung. Search intent adalah alasan mengapa orang mencari dengan kata kunci tersebut. Dengan kata lain, walaupun kata kunci bisa berbeda, tapi search intent tetap sama. Misalnya,

  • burung anakan,
  • cara merawat burung anakan,
  • makanan burung anakan.
Mitos 4: Semakin banyak backlink semakin baik

Jika membicarakan backlink, kualitas itu mengalahkan kuantitas. 1 atau 2 backlink dari situs yang relevan dan terpercaya itu lebih baik daripada 1000 backlink dari situs yang tak nyambung. Jadi kalimat semakin banyak backlink maka semakin baik hanyalah mitos SEO belaka. Berikut perbedaan backlink bagus dengan yang jelek.

Backlink BerkualitasBacklink Jelek
Relevan dan masih satu niche dengan website Anda.Tidak nyambung dengan website Anda sama sekali.
Website terpercaya dengan domain authority yang tinggi.Website tidak terpercaya dan mencurigakan.
Trafik cukup besar dan stabil.Trafik sedikit dan banyak spam.

Jadi, mulailah mencari backlink berkualitas walaupun jumlahnya hanya sedikit. Bagaimana caranya? Anda bisa mencoba guest blogging, memanfaatkan tools backlink seperti Ahrefs, dan membagi konten di content sharing platform.

Mitos 5: Umur situs adalah faktor utama yang berpengaruh

Mitos SEO ini muncul karena ada orang yang berasumsi bahwa situs A itu sudah ada sejak lama dan rankingnya tinggi. Berarti umur situs itu faktor penting yang berpengaruh di SEO! Situs yang sudah aktif bertahun-tahun itu kemungkinan besar optimasi SEO-nya sudah berjalan dengan baik. Mulai dari kontennya yang berkualitas, memiliki banyak backlink relevan, SEO on-page yang optimal, dan lain sebagainya.

Situs yang seumur jagung akan susah bersaing dengan situs lama tersebut karena optimasi SEO-nya masih kalah. Bukan semata-mata karena umur situsnya. Jika Anda perhatikan, situs baru tersebut perlahan akan naik rangkingnya. Asal ia sudah menerapkan strategi SEO yang benar, mencari backlink berkualitas, dan membuat konten yang bermanfaat. Ingat, SEO dan bikin konten berkualitas itu memang butuh waktu.

Mitos 6: Konten asal-asalan bisa dapat ranking tinggi

Memasak makanan dan membuat konten SEO itu punya kesamaan. Kalau melakukannya asal-asalan, maka hasilnya juga seadanya. Jadi konten asal-asalan bisa dapat ranking tinggi hanya sebuah mitos SEO.

Google menilai kualitas suatu konten sebagai salah satu faktor utama dalam penentu ranking. Konten yang dibuat haruslah relevan, informatif, kredibel, engaging, dan lebih baik dari pesaing. Kemudian di saat bersamaan, halaman yang menampilkan konten juga harus ringan, cepat dibuka, dan mobile friendly.

Terdengar sulit dan ribet? Iya, kalau Anda belum paham maksud dan cara kerja Google. Ingat! Tujuan utama pendiri Google adalah untuk memberikan informasi yang bermanfaat dan mudah diakses oleh semua orang. Jika konten dibuat seadanya dengan load time yang lama pula, justru akan berkebalikan dengan tujuan Google, bukan?

Mitos 7: Konten panjang otomatis dapat ranking tinggi

Konten panjang memang membantu bersaing di hasil pencarian, tapi ada syarat bila tidak mau hanya sebatas mitos SEO saja. Berikut syaratnya :

  • Konten panjang berisi informasi sangat lengkap dengan pembahasan mendalam.
  • Karena pengunjung langsung mendapatkan semua yang ia butuhkan di satu tempat, butuh waktu agak lama untuk menyelesaikannya. Itu pula lah yang membuat bounce rate akan rendah.
  • Efek dari nomor satu dan dua di atas, konten panjang bisa mendapatkan lebih banyak backlink yang relevan.

Dengan kata lain, konten panjang mendapatkan rangking tinggi karena memang berkualitas dan bermanfaat bagi pengunjung. Bukan semata-mata karena jumlah katanya yang banyak langsung otomatis juara.

Mitos 8: Konten baru selalu lebih diutamakan

Google memang cinta dengan konten baru. Namun, hanya saat konten baru tersebut berhubungan dengan search intent pencari dan bermanfaat bagi pengunjung. Misalnya, situs portal berita yang harus selalu update kontennya agar tetap relevan dan kredibel saat pengunjung mencarinya.

Atau saat konten baru tersebut memang lebih berkualitas daripada konten yang lama. Apabila konten baru yang Anda buat tidak menawarkan hal yang berbeda, Google tak akan repot-repot untuk mengutamakannya. Jadi konten baru selalu lebih diutamakan adalah mitos SEO belaka.

Google tak peduli dengan ribuan kata yang Anda tulis. Google lebih memperhatikan kualitas dan manfaat yang Anda berikan kepada pengunjung. Jika konten panjang ternyata membahas topik yang keliru atau isinya tidak kredibel, siapkan mental Anda untuk tinggal di halaman dua Google. Jadi intinya, Google suka dengan konten baru selama memang relevan dan bermanfaat.

Mitos 9: Google Ads menaikkan rangking

Mitos SEO yang satu ini sangat terkenal. Sebab, orang-orang menganggap bahwa Google Ads (PPC) itu seolah “menyogok” Google agar lebih mengutamakan website yang sudah mengeluarkan uang. Kalau Google mau disogok, orang tak perlu susah- susah mengandalkan optimasi SEO yang rumit. Namun kenyataannya, 60% marketer lebih memilih SEO untuk menjalankan strategi pemasarannya.

Sebenarnya, PPC dan SEO itu mempunyai algoritma yang berbeda. Keduanya mempunyai jalan sendiri-jalan yang terpisah karena tujuannya juga berbeda. Dengan kata lain, hasil di PPC tak akan berefek secara langsung kepada SEO. Pun begitu juga sebaliknya. Jika memang ada, efek tersebut terjadi karena faktor-faktor lain di belakangnya, bukan dari PPC secara langsung.

Mitos 10: Sharing media sosial termasuk faktor penting

Tidak, karena sharing media bukan menjadi faktor penting tapi hanya sebatas mitos SEO belaka. Google sendiri membantahnya. Di tahun 2014 silam, Matt Cutts yang pernah bekerja di tim SEO Google selama 17 tahun berkata: “To the best of my knowledge, we don’t currently have any signals like that in our web search ranking algorithms.”

Dengan kata lain, algoritma Google menganggap sharing atau link dari media sosial itu bukanlah faktor utama ranking di pencarian. Pernyataan Matt ini juga diamini oleh Gary Illyes yang menjabat sebagai Webmaster Trends Analyst di Google. Ia mengkonfirmasinya saat ada yang bertanya mengenai mitos ini di Twitter.

Namun, sharing media sosial secara tak langsung bisa berefek kepada SEO Anda dalam jangka panjang. Kenapa? Ada tiga penyebabnya:

  • Semakin banyak orang yang share link, berarti konten yang Anda buat itu menarik dan bermanfaat.
  • Semakin banyak share link, makin banyak pula khalayak yang tahu mengenai situs Anda. Efeknya, situs Anda akan menjadi terkenal.
  • Situs yang terkenal karena kontennya bermanfaat akan lebih mudah mendapatkan backlink berkualitas. Hasilnya, ranking Anda akan naik dengan sendirinya.

Lalu, apa yang harus Anda lakukan selanjutnya? Jika terlanjur terjebak tipu muslihat dari mitos SEO di atas, sebaiknya Anda tarik nafas dalam-dalam. Tak perlu panik dan tetap tenang. Segera hentikan praktik SEO sesat di atas dan kembalilah ke jalan yang benar. Anda bisa mengecek apakah Anda terkena penalti melalui Google Search Console dan Google Analytic. Jika ada pemberitahuan penalti atau trafik organik tiba-tiba menurun drastis, berarti Anda sudah terkena penalti.

Sekali lagi, tak perlu panik dengan mitos SEO ini! Anda masih bisa memperbaikinya dengan menghapus backlink yang tidak relevan, perbaiki semua konten, dan optimasi performa website secara keseluruhan. Jika melakukannya dengan benar, perlahan penalti akan dicabut dan website Anda akan kembali bersaing di pencarian Google.

Keamanan dan Kecepatan Website

Selain melakukan optimasi SEO, Anda juga wajib memperhatikan faktor lain di website. Terutama dari sisi keamanan dan kecepatan website. Keduanya bisa dilakukan sekaligus, ketika Anda memilih layanan hosting yang mumpuni. Untuk panduan sewa hosting yang mumpuni bisa klik link yang tersedia.

Komunitas Digital Marketing SB1M

Demikian info mengenai mitos SEO yang merugikan website dan perlu dibongkar, kami harap post kali ini bermanfaat untuk sahabat semua. Mohon post mitos seputar SEO ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

22793

Leave a Reply

Situs Penerima PPC
Situs Penerima PPC beserta Syarat dan Ketentuannya
Mendapatkan Income dari Program PPC
Mendapatkan Income dari Program PPC untuk Website
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Keamanan WordPress Kecepatan WordPress Masalah WordPress Plugin Tips WordPress Tutorial Plugin Tutorial WordPress
Meningkatkan Keamanan WordPress
Tips Ampuh Meningkatkan Keamanan WordPress
Optimasi Gambar WebP
Plugin Optimasi Gambar WebP Format Terpopuler
Cara Setting W3 Total Cache
Cara Setting W3 Total Cache Lengkap dan Mudah

DM Lainnya

Cafebisnis Pakarbot Ratakan

Jasa dan Pelatihan

Jasa Digital Jasa Lainnya Pelatihan

Theme

Kentooz Oketheme Theme Lainnya

Webhosting

Hosting Bisnis Hosting Personal Hosting Ternak Web
Google Ads Optimasi SEO Riset Keyword SEO Off Page SEO On Page Tools Google
SEO Tools Terbaik
SEO Tools Terbaik dan Gratis untuk Riset Kata Kunci
Panduan Optimasi SEO Image
Panduan Optimasi SEO Image untuk Memaksimalkan Website
Mengapa Content Marketing Penting
Mengapa Content Marketing Penting untuk Bisnis Kita
Tutorial Litespeed Cache
Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website
Cara Membuat Form Kontak di Website
Cara Membuat Form Kontak di Website 100% Mudah Dilakukan
Cara Menangani Komentar SPAM di Website
Cara Menangani Komentar SPAM di Website 100% Ampuh
Pengaturan CloudFlare di Website
Pengaturan CloudFlare di Website dengan Plugin