Mengenal Domain Website dan Beberapa Aspeknya

Tahukah Anda untuk membuat website, domain merupakan salah satu unsur yang harus ada! Untuk itu Anda harus mengenal domain website lebih rinci. Tapi Anda tak perlu khawatir artikel ini akan membahas mengenai hal tersebut.

Mengenal Domain Website

IP Domain

Apakah Anda tahu bahwa sebenarnya alamat website yang biasa diakses sesungguhnya terdiri dari deretan angka tertentu? Deretan Angka ini disebut dengan IP.

IP adalah alamat server hosting tempat file website yang Anda akses disimpan. Seperti deretan angka (IP) berikut :

  • 217.26.78 adalah alamat IP server Google.com
  • 220.156.68 adalah alamat IP server Facebook.com

Anda bisa mengakses kedua website di atas dengan mengetikkan alamat IP tersebut di browser yang dimiliki. Tapi, sampai berapa banyak bisa Anda hafalkan alamat IP. Bagaimana bila ada banyak website yang harus Anda kunjungi?

Mengenal Domain

Dari permasalahan di atas maka terciptalah domain website untuk memudahkan para pengguna internet mengkases suatu alamat web. Domain name (nama domain) ialah nama unik yang digunakan buat mengidentifikasi nama pada server komputer.

Misalnya web server yang ada di jaringan komputer maupun internet. Nama server ini umumnya berupa deretan angka-angka rumit yang dikenal sebagai alamat IP (IP Address).

Tujuan adanya domain name ini tentu saja buat memudahkan pengguna di internet pada waktu melakukan akses ke server. Hal ini sekaligus bikin website Anda jadi lebih mudah diingat.

Fungsi Domain secara Umum

Pada dasarnya domain website berfungsi buat menggantikan alamat IP server komputer sehingga mempermudah pengguna internet buat mengaksesnya. Di samping itu, masih ada fungsi domain lainnya, yakni sebagai identitas online / brand bisnis di internet.

Seperti yang kita ketahui, marketing online / pemasaran online adalah sesuatu yang sangat penting di era digital seperti saat ini. Nama domain yang unik, singkat dan gampang diingat bakal memberikan keuntungan tersendiri untuk para pemilik bisnis dan pengguna internet.

Itulah alasan kenapa domain name yang unik, singkat dan mudah diingat akan banyak diburu oleh para pengusaha atau pebisnis online. Bahkan ada beberapa dari mereka yang melakukan riset khusus sebelum menentukan nama domain untuk bisnisnya.

Jenis Domain

Struktur Sistem Nama Domain

Dalam struktur hierarki DNS (Domain Name System), ekstensi domain website dikelompokkan ke dalam beberapa tingkatan, yaitu :

1. Root-Level Domains (RLD)

RLD merupakan top level hirarki sebuah domain atau disebut juga “akar” yang umumnya dilambangkan dengan tanda titik (.).

2. Top-Level Domain (TLD)

TLD merupakan ekstensi dari nama domain yang ada pada bagian akhir sesudah tanda titik. Contohnya: .com, .net, .id, .info, dan lain sebagainya.

3. Second-Level Domain (SLD)

SLD yaitu suatu nama domain yang merupakan nama domain sesudah ekstensi TLD. SLD umumnya merujuk pada organisasi yang mendaftarkan nama domain pada suatu registrar domain. Misalnya gamaspro.com, Gamaspro adalah SLD dan .com adalah TLD.

Beberapa registrar domain memperkenalkan hirarki tingkat kedua ke TLD. Ini menunjukkan jenis entitas yang dimaksudkan buat mendaftarkan SLD di bawahnya.

Misalnya, di Indonesia sebuah perguruan tinggi bakal mendaftar dengan .ac.id. Sementara untuk perusahaan akan mendaftar dengan .co.id.

4. Hostname

Hostname merupakan nama komputer yang dipakai oleh sebuah nama domain. Sebuah nama domain yang dipakai dengan hostname bakal menciptakan FQDN (fully qualified domain name) buat tiap komputer.

Misalnya: member.ternakwebsite.com. Di mana member adalah host name dan ternakwebsite.com adalah nama domain.

Untuk lebih lengkapnya tentang struktur hierarki nama domain bisa klik link.

Addon Domain dan Parked Domain

Selain beberapa jenis domain di atas, ada 2 istilah domain yang berguna ketika mengelola domain, yakni :

Addon Domain

Addon domain merupakan domain yang ditambahkan sesudah Anda punya domain utama. File addon domain akan ditambahkan ke sub-direktori domain utama pada folder cPanel (biasanya di folder public_html) web hosting Anda.

Contohnya, domain utama Anda yaitu websiteku.com, dan Anda menambahkan addon domain websitebisnisku.com. Maka, folder websitebisnisku.com akan ada di dalam folder public_html milik websitebisnisku.com.

Jadi, addon domain seolah membuat Anda punya domain baru. Hanya saja penyimpanannya yang ada di dalam domain utama.

Keuntungan memakai addon domain yaitu Anda dapat membangun website dengan konten baru yang berbeda dengan domain utama. Tanpa harus membeli hosting baru.

Istilah dari addon domain seringkali disamakan dengan subdomain. Padahal keduanya berbeda.

Subdomain masih akan punya nama domain utama. Misalnya kelas.ternakwebsite.com. Sedangkan, addon domain bisa jadi domain independen yang berbeda dari domain utama.

Parked Domain

Parked domain yaitu fitur yang dipakai untuk mengarahkan satu atau beberapa domain tanpa konten ke satu domain utama. Cara kerja parked domain website sangat sederhana. Katakanlah Anda punya domain websiteku.com, kemudian Anda mau membuat juga domain websiteku.id.

Tiap pengunjung websiteku.id akan melihat tampilan dan isi konten yang sama persis dengan domain websiteku.com. Bila ada link yang terdapat di websiteku.id, juga akan mengarah ke websiteku.com.

Dengan begitu, parked domain sangat berguna untuk Anda, bila :

  • Domain baru belum selesai dibuat, jadi memerlukan domain lain sebagai tujuan sementara.
  • Punya lebih dari satu domain yang mengarah ke satu website utama.
  • Untuk mengantisipasi terjadinya salah ketik nama domain utama Anda oleh
  • Meningkatkan traffic ke domain utama Anda.

Siklus Hidup Domain

Jika diibaratkan, dalam keseharian kita nama domain website ialah alamat suatu tempat. Bila mau pergi ke suatu tempat tersebut maka kita mesti tahu alamatnya lebih dulu. Baru sudah berada di tempat tersebut kita dapat melihat dan tahu apa saja yang ada di alamat tujuan.

Nama domain bersifat unik yaitu tak ada nama domain yang sama (kecuali beda ekstensi). Sehingga tak ada lebih dari 1 domain dengan nama dan ekstensi yang sama persis. Umur / masa aktif sebuah domain minimal yaitu 1 tahun.

Karena sifatnya unik maka nama domain yang telah terdaftar tak bisa didaftarkan lagi oleh orang lain. Sebelum masa aktif domain tersebut habis dan terhapus dari registrar.

Anda harus tahu kapan domain :

  • berakhir,
  • memasuki redemption period, dan
  • terhapus dari registrar.

Untuk mengetahui berbagai hal di atas, maka Anda mesti tahu durasi alur hidup (life cycle) domain website. Berikut alur hidup nama domain dari sejak didaftarkan sampai terhapus :

1. Pendaftaran Domain

Saat domain didaftarkan dan aktif maka durasi masa aktif domain akan dimulai. Masa aktif domain terkecil yaitu 1 tahun / 365 Hari.

2. Masa Tenggang (Grace Period)

Setelah 365 hari domain akan mengalami kadaluarsa (expired) dan memasuki masa tenggang (grace period). Di waktu ini domain akan tersuspend registrar dan tak bisa menampilkan website. Durasi masa tenggang domain website yaitu 40 hari.

3. Masa Penebusan (Redemption Period)

Saat memasuki masa penebusan, maka domain masih bisa diperpanjang. Tapi biaya perpanjangan domain umumnya dapat mencapai 10 kali lipat dari harga normal.

Tak seperti ketika memperoleh harga domain murah saat pertama kali mendaftarkannya. Masa penebusan domain yaitu 30 hari.

4. Pending Deletion

Saat memasuki masa pending deletion, maka domain tak bisa direnew. Anda cuma bisa menunggu selama kurang lebih 5 hari sampai nama domain dihapus oleh registrar. Setelah itu bisa Anda daftarkan kembali, tapi harus cepat sebelum diambil orang.

Yang harus diperhatikan, saat domain website terhapus dan mau memakainya lagi, maka kami sangat merekomendasikan untuk segera mendaftarkannya kembali.

Sebab bila nama domain tersebut berkualitas, maka bukan tak mungkin ada orang lain yang tertarik. Dan ia akan mendaftarkan nama domain tersebut juga.

Cara Kerja Domain

Saat mendaftarkan suatu domain, maka ada 2 hal yang harus Anda ketahui ketika mau membangun sebuah website. Yakni hosting dan file website itu sendiri. Bagaimana hubungan antar ketiganya?

Secara sederhana, hubungan antara hosting, domain dan file website dapat dijelaskan sebagai berikut :

  • Hosting dapat diibaratkan sebuah rumah yang punya lokasi di suatu tempat.
  • File website bisa diilustrasikan sebagai isi dari rumah tersebut seperti pintu, jendela, dan berbagai furnitur didalamnya.
  • Domain website merupakan alamat dari rumah tersebut.

Saat mau mengunjungi suatu tempat / bangunan, maka Anda mesti tahu alamatnya lebih dulu. Setelah itu Anda menuju alamat yang sudah diketahui.

Setelah sampai di alamat yang dituju maka Anda akan menjumpai sebuah bangunan. Di mana bangunan tersebut lengkap dengan tampilan dan segala isinya.

Perumpamaan di atas sama seperti saat Anda mengakses sebuah website. Langkah yang pertama dilakukan yaitu mengakses nama domain lewat browser. Selanjutnya browser akan menampilkan file website serta tampilannya yang disimpan pada server hosting.

Dari beberapa penjelasan di atas, Anda sudah tahu apa itu domain dan bagaimana cara kerja domain. Tapi Anda pun harus tahu beberapa hal yang berguna untuk menghubungkan domain dengan hosting. Yakni Domain Name System (DNS) dan Nameserver (NS).

Domain Name System dan Nameserver

Saat Anda beli domain website dan hosting, mereka tak langsung terhubung begitu saja. Sebab pada dasarnya keduanya yaitu 2 hal yang berbeda. Tapi, Anda dapat menghubungkan keduanya dengan bantuan DNS. Apa itu Domain Name System (DNS) dan name server?

1. Domain Name System (DNS)

DNS merupakan suatu system database yang berguna dalam mentranslasi atau mengarahkan nama domain website jadi IP address begitu sebaliknya. DNS terdiri dari beberapa Record, di antaranya adalah :

  • NS Record,
  • A Record,
  • PTR,
  • CNAME,
  • TXT,
  • SOA,
  • dan sebagainya.

Dengan DNS ini Anda dapat mengarahkan domain ke IP server yang dikehendaki. Yakni lewat setting DNS di domain panel tempat Anda membeli atau mendaftarkan domain.

2. Nameserver (NS)

NS merupakan nama unik yang mewakili nama server penyimpan database domain name system atau Server DNS. Dalam NS ada keterangan IP address menuju ke server hosting yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Biasanya nameserver dibuat memakai nama domain website supaya lebih mudah diingat dan dipakai. Contoh:

  • Ns1.domainku.com
  • Ns2.domainku.com

Dari penjelasan di atas, saat ini Anda tahu bahwa Anda perlu bantuan DNS. Agar domain dan hosting yang dipunyai bisa saling terhubung. Dengan DNS tersebut juga, Anda dapat leluasa mengarahkan domain ke layanan manapun yang diinginkan.

Miliki Domain Website Segera!

Ada beberapa hal sebelum Anda memiliki domain website. Mulai dari beli domain di penyedia layanan domain hingga pengelolaannya.

Cara Daftar Domain

Nama domain website bisa Anda dapatkan dengan mudah melalui perusahaan penyedia layanan domain dan hosting seperti Dewaweb, Niagahoster dll. Anda tinggal pesan, bayar, tunggu proses verifikasi sejenak, dan domain akan siap digunakan.

Masing-masing penyedia layanan domain dan hosting memakai sistem yang berbeda dan proses daftar domain tergantung pada provider.

Buat mendaftarkan nama domain, langkah pertama yang umumnya dilakukan ialah mengecek ketersediaan nama domain di fitur pencari domain.

Caranya masukkan atau ketikkan nama domain yang diinginkan, lalu dicek ketersediaan domainnya. Karena sebagian besar penyedia layanan domain sudah menyediakan fitur ini.

Sesudah itu, Anda hanya perlu menyelesaikan langkah-langkahnya dengan mengklik “Checkout Sekarang” dan melakukan pembayaran buat nama domain yang diinginkan.

Sesudah nama domain dibeli dan terdaftar, Anda akan mendapatkan akses buat mengelola control panel yang sudah dilengkapi semua tool manajemen yang diperlukan.

Namun sebelum membeli Anda harus menentukan nama yang tepat untuk domain website Anda. Bila belum tahu Anda bisa ikuti tips memilih nama domain yang berkualitas ini.

Domain Gratis

Pembelian domain di atas adalah untuk domain berbayar, lalu adakah nama domain website yang free / gratis? Ada, namun kebanyakan domain gratisan tak sebaik domain yang berbayar. Pastinya ada kelemahan-kelemahan pada setiap pilihan dari domain gratis.

Domain gratisan umumnya jadi halangan bila kita mendaftarkan website / blog tersebut ke penyedia layanan periklanan atau mau dikomersilkan.

Banyak penyedia layanan iklan atau layanan lainnya yang dalam TOS-nya mereka tak menyetujui website dengan domain gratisan.

Untuk menentukan nama apa yang mau digunakan Anda bisa ikuti artikel Strategi Memilih Nama Domain yang Tepat. Dengan mengikuti berbagai strategi yang ada, maka Anda bisa mendapat nama domain terbaik untuk website Anda.

Demikian info terkait dengan Mengenal Domain Website dan Beberapa Aspeknya, semoga postingan ini bermanfaat buat teman-teman semua. Kami berharap postingan persiapan awal buat website ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Leave a Reply

Memperbaiki Permalink Website
Cara Memperbaiki Permalink Website yang Rusak
Reset Website WordPress
Cara Reset Website WordPress dengan Mudah
Membuat Custom Login
Cara Membuat Custom Login di Website WordPress
Cara Setting Robots TXT di Website
Bahasa Pemrograman CMS cPanel Domain Hosting Web Siap
Fitur di cPanel Hosting
Fitur di cPanel Hosting Website
Domain Tingkat Atas
Jenis Domain Tingkat Atas Terbaik yang Ada Sekarang
Keunggulan Domain Berbayar
Keunggulan Domain Berbayar bagi Bisnis yang Perlu Diketahui

Dasar SEO

Pengenalan SEO Riset Keyword

Optimasi Lanjutan

Copywriting Error Website Tips SEO

Teknik SEO

SEO Off Page SEO OnPage SEO Teknikal

Tools SEO

Tools Google Tools Riset KK Tools SEO Lain
Bisnis Jualan Link PPC Program Afiliasi Publisher Sumber Lain
Mendapatkan Uang dari Website
Cara Mendapatkan Uang dari Website yang Kita Punya
Jualan Online via Website
Jualan Online via Website yang Mudah Dilakukan
Platform SeedBacklink
Platform Seedbacklink Solusi Promosi Website dan Income Online
Membersihkan Cache
Cara Membersihkan Cache pada Website
Menggunakan Editor Gutenberg
Cara Menggunakan Editor Gutenberg Lengkap di WordPress
Plugin WordPress
Cara Instal Plugin WordPress yang Bisa Dilakukan
Cara Instal dan Ganti Theme Website
Cara Instal dan Ganti Theme Website