Cara Membuat Website Portofolio Sendiri dengan Mudah

Bagaimana cara Anda dapat mengenalkan karya Anda pada audiens dengan baik? Membuat web portofolio merupakan salah satu langkah yang tepat. Lantas, bagaimana cara membuat website portofolio sendiri?

Membuat Website Portofolio

Cara Membuat Web Portofolio

Sebuah website portofolio bisa membantu untuk menampilkan skill dan karya Anda ke para calon klien. Apa saja langkah-langkah cara membuat website portofolio? Berikut langkahnya :

a. Tentukan Nama Domain

Nama domain yaitu elemen penting dalam membuat website portofolio. Bila website portofolio merupakan rumah bagi karya Anda, maka bayangkan domain sebagai alamat untuk menuju rumah Anda.

Tapi, bukan berarti alamat domain tersebut diberikan otomatis. Seperti halnya saat Anda pindah ke daerah Jalan Surya Kencana dan memperoleh keterangan nama dusun, desa, sampai kelurahannya.

Justru sebaliknya. Alamat domain dapat Anda tentukan sendiri. Makin unik dan mudah diingat, maka makin besar kemungkinan orang lain mengunjungi website Anda.

Sebelum Anda tergesa-gesa memilih alamat domain, ada baiknya simak beberapa tips di bawah ini. Tips ini bisa membantu Anda dalam menentukan nama domain dalam membuat website portofolio.

1. Buat Nama Domain yang Mudah Diingat

Sebaiknya memilih domain berdasarkan nama, bila Anda membuat web untuk keperluan pribadi. Hal ini karena dengan memakai nama pribadi sebagai domain akan memperkuat personal branding Anda. Alternatif lainnya, pakai keyword dari tema / niche Anda.

Kalau Anda membuat website portofolio untuk institusi, jangan pakai nama pribadi. Sebagai gantinya, pakai nama agency atau brand.

2. Usahakan Nama Domain yang Singkat dan Mudah Dieja

Nama yang singkat dan mudah dieja bisa meningkatkan peluang website untuk lebih banyak dikunjungi. Lagipula, tidak ada pengunjung yang suka untuk diminta mengeja nama domain yang rumit.

3. Hindari Angka atau Tanda (-) di Alamat Domain

Kedua elemen (angka atau tanda dash [-]) bisa membuat nama domain Anda terasa kurang alami (natural). Ditambah lagi, kemungkinan untuk salah ketik jadi makin besar.

4. Anggap Nama Domain Seperti Hubungan dengan Pasangan

Anda tentunya menginginkan hubungan itu awet dan langgeng. Sebab mau tidak mau, nama domain akan jadi bagian dari branding Anda. Bila suatu saat Anda mau mengganti domain, ingat bila itu akan berdampak ke citra bisnis dan juga SEO website.

b. Daftarkan Domain dan Tentukan Platform Website

Setelah menentukan nama domain ketika membuat website portofolio, Anda harus :

  • memilih platform web (seperti WordPress), dan
  • mendaftarkan nama domain.

Anda bisa mendaftarkan nama domain website serta memilih platform di penyedia domain hosting terpercaya. Jadi Anda perlu menyewa hosting untuk melakukan kedua hal ini.

c. Kelola WordPress Lewat Dasbor

Cara membuat website portofolio setelah berikutnya yakni mengelola WordPress. Tapi sebelumnya Anda perlu menginstal platform WordPress.

Baca juga : Cara Menginstal Platform WordPress

Jika memakai WordPress Hosting, Anda dapat dengan mudah mengelola website WordPress Anda. Karena, Anda dapat melakukan pengelolaan WordPress langsung via Member Area, tanpa harus membuka konfigurasi yang terlalu teknis.

Misalnya :

  • mengakses halaman admin,
  • membuat website duplikat (staging),
  • update otomatis plugin dan tema,
  • dan sebagainya.

d. Menentukan Theme Web Portofolio yang Oke

Thema akan mempermudah Anda membuat website portofolio sendiri. Tidak hanya itu, tampilan website Anda pun akan makin ciamik. Tampilan website ini nantinya bukan hanya soal indah dipandang mata saja.

Thema juga membantu Anda menarik banyak pengunjung. Tampilan dan user interface website Anda yang ramah bisa membantu pengunjung untuk mengeksplor isi web Anda dengan mudah.

Berbeda halnya saat thema yang dipakai kurang apik. Pengunjung bisa saja malas menikmati konten yang sudah Anda buat.

Malahan, mungkin saja pengunjung buru-buru meninggalkan website. Ini kemudian akan :

  • meningkatkan bounce rate website, dan
  • membuat reputasi website Google anggap buruk.

Oleh sebab itu, penting untuk memilih thema WordPress yang tepat ketika Anda mau membuat website portofolio.

Misalnya Anda mau bikin web portofolio dengan design wallpaper. Maka Anda perlu theme untuk wallpaper. Contoh theme wallpaper  yang kami rekomendasi yaitu Wolpeper Theme by OkeThemes yang bisa Anda dapatka di sini (banner).

Wolpeper Theme

Selain itu, berikut beberapa contoh theme portofolio untuk Web Agency & Freelance :

  • Shapely
  • MalcolmY
  • Ascendant
  • Illdy
  • Zakra
  • Massive Dynamic
  • Inspiro
  • Alia
  • Niva
  • Oak
  • Portfolio Lite

Baca Juga : Memilih Thema WordPress yang Tepat

e. Instal Plugin yang Dibutuhkan

Langkah selanjutnya dalam membuat website portofolio yaitu menginstal plugin yang tepat agar web dapat berfungsi maksimal. Plugin yaitu software untuk menambahkan fitur tertentu pada website, seperti :

  • galeri portfolio,
  • slider,
  • tombol sosial media,
  • dan sebagainya.

Baca juga : Menginstal Plugin yang Tepat

Sebagai saran, ini beberapa rekomendasi plugin yang bermanfaat untuk website portfolio :

1) Envira Gallery

Envira Gallery membantu Anda membuat website portofolio sendiri dengan visual yang apik. Fitur drag and drop builder yang dimiliki, Anda dapat mengunggah dan mengatur tampilan foto dengan mudah.

Plugin ini pun sudah kompatibel dengan versi WordPress terbaru dan sudah terintegrasi dengan Gutenberg. Artinya, Anda dapat tambahkan portofolio visual hanya dengan gallery block.

Envira pun menjamin tampilan web portofolio Anda responsif. Baik foto ataupun video bisa ditampilkan di :

  • komputer,
  • tablet, ataupun
  • ponsel.

Dari sisi tampilan di mesin pencari (search engine), Envira pun berkomitmen untuk mengoptimalkan SEO portofolio. Ada meta data yang dapat diisi untuk memaksimalkan keterjangkauan karya Anda.

Untuk fitur pro, Anda bisa juga :

  • menampilkan video,
  • menampilkan foto dari Instagram,
  • mengintegrasikan portofolio dengan galeri Lightroom,
  • dan banyak fitur lainnya.

2) Smush

Plugin Smush bisa membantu Anda menampilkan visual di web portofolio dengan ukuran yang pas / tepat.

Sebab ukuran gambar yang terlampau besar bisa memakan waktu untuk loading. Sebaliknya, bila ukuran terlalu kecil, maka gambar akan terlihat pecah atau pixelated.

Plugin Smush akan mengecek seluruh komponen visual yang ada di dalam website Anda. Lalu plugin ini akan melaporkan gambar yang kurang teroptimasi. Ada dua versi yaitu :

Versi Gratis

Smush akan merekomendasikan ukuran ideal gambar. Anda harus mengganti gambar secara manual sesuai dengan ukuran yang Smush rekomendasikan.

Versi Premium

Anda dapat mengoptimasi semua gambar yang ada di dalam website dalam sekali klik. Dengan versi premium, Anda dapat menghemat memori sampai 15%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan versi gratis yakni hampir 6%.

3) Elementor

Elementor Page Builder adalah plugin yang melengkapi pengaturan visual website. Dengan plugin Elementor, Anda bebas mendesain tampilan halaman dan post secara mudah.

Plugin ini dilengkapi dengan fitur drag and drop. Jadi Anda tinggal menarik blok konten yang ada dan menaruhnya di posisi yang Anda mau. Pada prinsipnya, apa yang Anda lihat saat mendesain akan jadi tampilan yang pengunjung lihat juga.

Tak hanya tampilan dekstop saja yang dapat Anda desain. Dengan Elementor, Anda dapat melakukan kustomisasi tampilan web di setiap piranti. Apakah itu tampilan ponsel, tablet, dekstop ukuran 14 inch sampai yang berlayar lebar.

Cara yang mempermudah Anda dalam membuat website portofolio sendiri ini akan :

  • memastikan setiap pengunjung, dari berbagai device;
  • mendapatkan user experience terbaik.

Anda pun dapat membuat halaman khusus, misalnya halaman untuk :

  • Maintenance Mode,
  • Coming Soon,
  • dan sebagainya.

Elementor bisa mempermudah Anda. Karena di dalam plugin ini sudah ada beberapa desain yang dapat diedit.

Plugin ini juga sangat ramah dalam pemakaiannya. Tiap perubahan yang Anda buat akan dicatat. Jadi, saat ingin membalikkan desain yang sudah dibuat ke tampilan lama, Anda cukup :

  • Ctrl+Z di keyboard, atau
  • klik versi tampilan yang Anda mau.

4) Akismet

Akismet Anti-Spam merupakan plugin untuk memerangi spam yang berguna saat Anda akan membuat website portofolio. Plugin ini diciptakan untuk memantau :

  • seluruh komentar, dan
  • formulir kontak di website.

Plugin ini akan mencocokkan kedua entri ini ke database spam. Lalu akismet akan memfilter entri yang mencurigakan.

Akismet pun ikut memantau URL dari entri yang website terima. URL tersebut ditampilkan untuk menghindari tautan (link) :

  • tersembunyi, dan
  • yang tak relevan lainnya.

Untuk memakai plugin ini, Anda perlu dapat kode API. Akismet menawarkan beberapa paket berlanggan untuk mendapatkan kode API, yaitu seperti paket :

  • personal dapat Anda tebus dari $0 s/d $120 per tahun;
  • free / gratis hanya diperbolehkan untuk blog pribadi yang tak komersil atau mempromosikan bisnis;
  • plus ditujukan untuk web komersil dan blog profesional;
  • enterprise, ditujukan untuk multisite website.

5) Jetpack

Jetpack by WordPress.com merupakan salah satu plugin dengan fitur yang lengkap yang bisa Anda gunakan saat membuat website portofolio. Hanya dengan satu plugin ini saja, Anda dapat :

  1. memantau keamanan website :
  • melindungi website dari serangan peretas, dan
  • menghindarkan Anda dari unauthorized logins;
  1. melakukan backup file (versi premium), frekuensi backup dapat Anda atur, mulai dari harian sampai sesuai kebutuhan;
  2. menjalankan perbaikan otomatis (automated fixes);
  3. memantau performa website;
  4. melakukan manajemen website;
  5. dan sebagainya.

Jetpack pun dapat Anda pakai untuk mengoptimasi website. Plugin Jetpack ini akan mengoptimasi ukuran gambar (image) dan menyertakan pilihan lazy load. Dengan begitu, kecepatan load web dan user experience dapat terjaga.

Plugin ini pun terintegrasi dengan analytics dan tools SEO yang lengkap. Behavior pengunjung website dapat Anda pantau dengan analytics ini. Selain itu, ada juga tools SEO untuk memaksimalkan jangkauan konten ke :

  • Google,
  • Bing,
  • Twitter,
  • Facebook, dan
  • WordPress.Com.

6) Contact Form

Contact Form by WPForm membantu Anda saat membuat website portofolio, khususnya untuk membuat segala macam formulir di website portofolio. Mulai dari formulir :

  • kontak,
  • berlangganan,
  • pembayaran,
  • dan banyak macam lainnya.

Fitur drag and drop di dalam plugin mempermudah Anda membuat formulir dalam hitungan menit.

Plugin ini menyediakan pre-built template. Jadi, Anda tidak perlu susah-susah membuat formulir dari awal. Dapat dipastikan, formulir yang dibuat bisa Anda kustom sehingga cocok dengan tampilan web.

Selain urusan estetis, Anda tidak perlu khawatir dengan tampilan form dari berbagai device. Plugin Contact Form ini 100 persen responsif.

Di versi premiumnya, Anda dapat membuat formulir :

  • subscription email,
  • kontak dalam bentuk multi-page,
  • yang terintegrasi dengan pembayaran,
  • dan banyak add-ons lainnya.

f. Buat Halaman Khusus

Halaman profil yaitu bagian yang sangat penting di website portofolio. Di bagian ini Anda dapat menunjukkan kapasitas dan kemampuan di bidang yang Anda geluti. Halaman khusus ini akan membantu meyakinkan calon klien untuk memberikan proyeknya ke Anda.

Karena pentingnya bagian ini, tentu Anda tak boleh membuatnya secara sembarangan. Agar calon klien makin terpikat dengan kerja Anda, simak beberapa tips buat halaman khusus ketika membuat website portofolio sendiri :

1. Nama atau Merk

Mulai dengan nama atau merk. Nyatakan dengan jelas siapa Anda. Dan pastikan cara memperkenalkan diri yang Anda pakai membuat calon klien makin tertarik pada Anda.

2. Profil Anda

Jelaskan secara singkat apa yang Anda lakukan. Biasanya beberapa kata saja cukup.

3. Kelebihan Anda

Ceritakan apa kelebihan Anda dari sudut pandang klien. Anda bisa saja mengaku sebagai :

  • pekerja keras,
  • perfeksionis, dan
  • sangat memperhatikan detil.

Namun, bukankah hal semacam itu sangat subjektif? Bukannya memberikan suatu hal yang sulit Anda buktikan, coba tawarkan suatu hal konkret yang calon klien butuhkan.

4. Pengalaman Anda

Sebutkan berbagai pengalaman kerja (portofolio) yang bisa mengangkat reputasi Anda. Tidak perlu semuanya Anda sebutkan. Satu atau dua saja sudah cukup agar tidak terlihat terlalu pamer.

5. Bidang yang Digeluti

Ceritakan kenapa Anda dapat terjun di bidang yang digeluti. Cerita personal macam ini umumnya menyentuh emosi calon klien. Dan hasilnya Anda lebih mudah calon klien ingat.

6. Lainnya

Pakai berbagai media. Tidak harus melulu teks. Anda bisa coba menceritakan diri pribadi dalam sebuah video atau audio. Jangan lupa tampilkan foto diri Anda sesuai persona yang mau Anda tonjolkan. Bisa foto profesional, kreatif, atau kasual.

Tidak semua tips di atas harus Anda terapkan ketika Anda mengaplikasikan cara membuat website portofolio. Anda dapat memilih beberapa tips saja yang paling cocok dengan model profil untuk portofolio yang Anda punya.

Sudah Siap Membuat Website Portofolio Sendiri?

Ternyata membuat web portofolio sendiri bukan hal / perkara yang sulit, bukan? Memang untuk proses website development portfolio yang memuaskan, Anda perlu sedikit kesabaran dan banyak kreativitas.

Dan juga perlu minimalisir berbagai hal yang mengganggu fokus dalam mengasah kreativitas Anda. Misalnya mengurus perkara teknis website. Bila perlu Anda bisa menggunakan jasa kelola website profesional kami.

Demikian info berkaitan dengan cara membuat website portofolio sendiri dengan mudah, kami harap post ini berguna buat Anda. Mohon artikel jenis website ini dibagikan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Leave a Reply

Memperbaiki Permalink Website
Cara Memperbaiki Permalink Website yang Rusak
Reset Website WordPress
Cara Reset Website WordPress dengan Mudah
Membuat Custom Login
Cara Membuat Custom Login di Website WordPress
Cara Setting Robots TXT di Website
Bahasa Pemrograman CMS cPanel Domain Hosting Web Siap
Fitur di cPanel Hosting
Fitur di cPanel Hosting Website
Domain Tingkat Atas
Jenis Domain Tingkat Atas Terbaik yang Ada Sekarang
Keunggulan Domain Berbayar
Keunggulan Domain Berbayar bagi Bisnis yang Perlu Diketahui

Dasar SEO

Pengenalan SEO Riset Keyword

Optimasi Lanjutan

Copywriting Error Website Tips SEO

Teknik SEO

SEO Off Page SEO OnPage SEO Teknikal

Tools SEO

Tools Google Tools Riset KK Tools SEO Lain
Bisnis Jualan Link PPC Program Afiliasi Publisher Sumber Lain
Mendapatkan Uang dari Website
Cara Mendapatkan Uang dari Website yang Kita Punya
Jualan Online via Website
Jualan Online via Website yang Mudah Dilakukan
Platform SeedBacklink
Platform Seedbacklink Solusi Promosi Website dan Income Online
Membersihkan Cache
Cara Membersihkan Cache pada Website
Menggunakan Editor Gutenberg
Cara Menggunakan Editor Gutenberg Lengkap di WordPress
Plugin WordPress
Cara Instal Plugin WordPress yang Bisa Dilakukan
Cara Instal dan Ganti Theme Website
Cara Instal dan Ganti Theme Website