Jenis Domain yang Harus Anda Tahu

bannerlbo

Topik kita kali ini yaitu jenis domain yang harus Anda tahu. Supaya tak bingung dengan pengistilahannya, domain name (nama domain) juga sering disebut dengan sebutan URL atau alamat website. Anda bisa memanfaatkan nama domain buat berbagai kebutuhan selain untuk menamai website, tentu saja.

Jenis Domain

Jenis Domain

Ada cukup banyak jenis domain yang bisa dibedakan berdasarkan ekstensinya. Ada beberapa jenis nama domain yaitu sebagai berikut :

A. Top Level Domain (TLD)

Dalam penamaannya, domain dibagi jadi beberapa jenis berdasarkan ekstensi atau kata yang berada dibelakang domain yang disebut TLD. TLD merupakan jenis domain tertinggi pada struktur DNS di Internet.

ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) sejak tahun 2014 sudah merilis lebih dari 2 ribuan TLD. Jumlah ini tentu akan terus bertambah seiring semakin bervariasinya fungsi website saat ini.

Kalau mau melihat daftar lengkap TLD yang beredar di luar sana, Anda bisa kunjungi website IANA (Internet Assigned Number Authority). IANA merupakan salah satu cabang ICANN yang memiliki tugas untuk menghubungkan TLD dengan IP address.

Kegunaan TLD

Apa Kegunaan TLD? Jenis domain ini berfungsi sebagai identitas website. Untuk memperkuat identitas website, Anda harus memilih TLD yang tepat. TLD bisa menunjukkan tema atau isi dari suatu website contohnya, seperti :

  • .gov : menunjukkan bahwa website tersebut milik pemerintah (government)
  • .edu : menunjukkan bahwa website tersebut milik institusi pendidikan (education).

Kelebihan domain TLD yaitu lebih mudah diingat dan lebih umum. Alasan ini biasanya dipakai oleh website yang sifatnya lebih personal atau tak merujuk ke suatu organisasi / lembaga tertentu. TLD pun bikin hosting website Anda punya peringkat yang lebih unggul di search engine seperti Google.

Fungsi lain dari jenis domain TLD adalah menunjukkan asal website tersebut. Misalnya, ekstensi .id mengindikasikan bahwa website tersebut berbahasa dan dari Indonesia. Sama halnya seperti website dengan ekstensi .jp yang berbahasa Jepang.

Anda pun bisa memakai nama domain yang telah terpakai. Dengan catatan ekstensinya mesti berbeda. Contohnya seperti solehagus.com dan solehagus.id. Meskipun namanya sama, namun isi websitenya berbeda. Walau demikian, hindari pemakaian nama domain yang telah eksis meskipun ekstensinya berbeda. Sebab ini bikin nama domain Anda kurang otentik.

Dari banyaknya pilihan, TLD yang paling populer yaitu .com. Lebih dari 40 persen domain yang terdaftar di internet memakainya. Sehingga, bila Anda mau memilih TLD yang paling mudah diingat, pilih saja .com. Sebenarnya masih banyak lagi TLD yang ada di luar sana, dengan fungsi yang berbeda-beda.

Jenis TLD

Ada tiga jenis domain TLD yaitu :

1. Generic Top Level Domain (gTLD)

gTLD adalah eksistensi yang paling umum dipakai di dunia. Jenis domain ini umum ditemui dan bisa didaftarkan oleh siapapun. Beberapa jenis gTLD domain yang dikenal yaitu :

  • .biz : digunakan untuk keperluan bisnis
  • .com : digunakan untuk keperluan umum / komersial
  • .edu : digunakan untuk keperluan pendidikan
  • .info : digunakan untuk keperluan informasi
  • .net : digunakan untuk keperluan penyedia layanan internet / jaringan (network)
  • .org : digunakan untuk keperluan organisasi
  • .gov : digunakan untuk situs lembaga pemerintahan
  • .mil : digunakan untuk situs militer
  • .pro : digunakan untuk keperluan profesional
  • .sch : digunakan untuk sekolah
  • dll

Ada pula jenis-jenis gTLD yang sifatnya lebih fleksibel. Bentuknya bisa berupa merk atau produk :

  • .google
  • .android
  • .mitsubishi
  • .motorcycle
  • .basketball

Domain gTLD cocok untuk Anda yang :

  • memerlukan domain ektensi populer supaya lebih mudah diingat.
  • tak mau terlalu direpotkan dengan persyaratan dokumen.

Kelebihan domain gTLD

  • Ekstensi terpopuler jika dibandingkan TLD lainnya.
  • Tak diperlukan dokumen identitas untuk mendaftarkannya.
  • Harganya relatif murah dari domain Premium atau beberapa ccTLD.

Kekurangan domain gTLD

  • Pencarian nama domain yang susah sebab banyak yang sudah mendaftarkan nama yang sama sebelumnya.
  • Relatif rentan digunakan untuk tindak kejahatan sebab tak diperlukan scan identitas yang valid.
2. Country Code Top Level Domain (ccTLD)

ccTLD merupakan domain berekstensi 2 huruf yang berpatokan pada penamaan geografis suatu negara. Jadi jenis domain ccTLD biasanya membawa identitas negara, seperti :

  • .id : untuk situs di negara Indonesia
  • .us : untuk situs di negara Amerika (United States)
  • .uk : untuk situs di negara Inggris
  • .au : untuk situs di negara Australia
  • .sg : untuk situs di negara Singapura
  • .my : untuk situs di negara Malaysia
  • .cn : untuk situs di negara Tirai Bambu (Cina atau Tiongkok)
  • .de : untuk situs di negara Jerman
  • .eu : untuk situs di negara Uni Eropa
  • .es : untuk situs di negara Spanyol
  • .fr : untuk situs di negara Prancis
  • .in : untuk situs di negara India
  • .jp : untuk situs di negara Jepang
  • dll

Sebelumnya, jenis domain ccTLD hanya tersedia untuk warga negara sesuai ekstensi TLD-nya. Namun sekarang sebagian besar domain ccTLD bisa didaftarkan oleh siapapun walaupun bukan warga dari negara bersangkutan. Domain ccTLD ini cocok untuk :

  • Pemilik bisnis yang mau terlihat lebih profesional.
  • Alternatif domain .com yang telah dipunyai oleh orang lain.

Kelebihan domain ccTLD

  • Untuk mendaftar domain ccTLD mengharuskan Anda mengupload scan identitas atau passport.
  • Peluang dipakai untuk penipuan ataupun aktivitas melanggar hukum sangat kecil sebab pendaftaran diharuskan memakai identitas.
  • Lebih banyak pilihan nama domain sebab pengguna domain .ccTLD belum sebanyak penggguna gTLD seperti .com.
  • Pada mesin pencari domain ini akan didahulukan untuk pasar negara bersangkutan.

Kekurangan domain ccTLD

  • Penamaan ekstensi nama domain kurang populer.
  • Prosedur pendaftaran untuk domain ccTLD memerlukan verifikasi identitas. Sehingga aktivasi tak secepat domain gTLD seperti .com dan sejenisnya.
  • Pada beberapa ekstensi ccTLD harga domain cenderung lebih tinggi dari domain gTLD seperti .com dan sejenisnya.
3. Premium TLD

Meskipun terhitung masih baru, jenis domain ini jadi alternatif penamaan domain yang memakai ekstensi-ekstensi premium. Domain Premium TLD adalah eksistensi yang menggambarkan website lebih spesifik. Misalnya domain yang memakai ekstensi .travel. Kemungkinan besar domain .travel akan membahas seputar travel atau merupakan layanan jasa travel.

Ekstensi lainnya seperti :

  • .host untuk layanan hosting
  • .site
  • .web
  • .doctor
  • dll

Domain premium TLD cocok untuk :

  • Website dengan kategori spesifik.
  • Alternatif nama domain selain .com yang telah dipunyai oleh orang lain.

Kelebihan domain Premium TLD

  • Spesifik merujuk ke spesifikasi suatu website.
  • Alternatif domain .com yang telah dipunyai oleh orang lain.

Kekurangan domain Premium TLD

  • Harganya relatif lebih mahal dari ekstensi domain lainnya.
  • Ekstensi domain yang tak sefamiliar domain gTLD biasa.

B. Second Level Domain (SLD)

Jenis domain SLD merupakan nama domain yang didaftarkan oleh seseorang atau instansi tertentu buat website mereka. Second level domain berada tepat di bawah Top level domain. Sebagai contoh, pada nama domain ternakwebsite.com, ternakwebsite adalah second level domain dan .com adalah Top Level Domain.

C. Third Level Domain (Subdomain)

Third Level Domain merupakan nama domain yang ada sebelum SLD dan TLD atau sering disebut juga dengan sub-domain. Subdomain dapat dipakai untuk memisahkan domain lain yang masih turunan domain utama yang Anda miliki. Jenis domain ini umumnya dipakai buat keperluan tertentu, misalnya buat keperluan bikin email. Contoh penggunaan Third Level Domain : mail.ternakwebsite.com, mail adalah third level domain.

Sub-domain tak mengharuskan para webmaster untuk beli nama domain tambahan kalau mau menambahkan divisi di website mereka. Webmaster kini bisa membuat subdomain yang dapat diarahkan ke direktori tertentu pada server. Sub-domain adalah opsi terbaik buat situs campaign dan tipe web konten lainnya yang sebaiknya dibikin terpisah dari halaman / beranda utama.

Sebagai contoh, facebook menggunakan developers.facebook.com untuk menyediakan informasi yang spesifik pada developer (web dan aplikasi) yang hendak memanfaatkan Facebook API. Contoh lainnya adalah support.google.com.

Subdomain biasanya dipakai supaya konten yang ada di dalamnya tak tercampur dengan konten utama website yang dimiliki user. Bila punya toko online tapi mau memberikan edukasi mengenai barang yang dipasarkan, Anda bisa bikin subdomain “blog“. Dengan adanya subdomain ini, Anda tak akan bingung menempatkan artikel tanpa merusak estetika toko online.

Tak cuma berguna untuk memisahkan konten khusus dari domain utama, subdomain punya manfaat lain. Kegunaan jenis domain ini (subdomain) di antaranya yaitu :

  • Search engine melihat subdomain sebagai website unik yang tak terhubung dengan domain utama. Hal ini berarti, peringkat subdomain pun bisa naik dan menjajari domain utama. Tentunya, hal ini berarti Anda dapat menggeser turun website kompetitor.
  • Bila dipakai dengan benar, subdomain pun bisa langsung terindeks dengan cepat dan memperoleh manfaat dari domain utama.

Nama domain sangat penting sekali sebagai identitas awal sebuah website. Jadi untuk Anda yang mau membeli sebuah nama domain sebaiknya mencari nama dengan hati-hati. Dan sesuaikan dengan website yang mau dikembangkan.

Demikian informasi tentang jenis domain yang perlu diketahui, semoga post ini membantu Anda. Mohon post seputar nama domain ini diviralkan agar semakin banyak yang mendapatkan manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

22793

Leave a Reply

Situs Penerima PPC
Situs Penerima PPC beserta Syarat dan Ketentuannya
Mendapatkan Income dari Program PPC
Mendapatkan Income dari Program PPC untuk Website
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
cPanel Domain Hosting Landing Page Masalah Website Website WordPress
Strategi Memilih Nama Domain
Strategi Memilih Nama Domain yang Tepat
Meningkatkan Keamanan WordPress
Tips Ampuh Meningkatkan Keamanan WordPress
Membuat Landing Page
Cara Membuat Landing Page yang Menarik dan Efektif

DM Lainnya

Cafebisnis Pakarbot Ratakan

Jasa dan Pelatihan

Jasa Digital Jasa Lainnya Pelatihan

Theme

Kentooz Oketheme Theme Lainnya

Webhosting

Hosting Bisnis Hosting Personal Hosting Ternak Web
Pengenalan SEO Riset Keyword SEO Off Page SEO On Page Technical SEO Tips SEO Tools Google
Optimasi Internal Link
Panduan Optimasi Internal Link Lengkap pada Website
Link Dofollow dan Nofollow
Cara Membuat Link Dofollow dan Nofollow di Website
Backlink Berkualitas
Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas Bagus untuk Website
Tutorial Litespeed Cache
Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website
Cara Membuat Form Kontak di Website
Cara Membuat Form Kontak di Website 100% Mudah Dilakukan
Cara Menangani Komentar SPAM di Website
Cara Menangani Komentar SPAM di Website 100% Ampuh
Pengaturan CloudFlare di Website
Pengaturan CloudFlare di Website dengan Plugin