Cara Mudah Menurunkan Bounce Rate pada Website

bannerlbo

Semua pemilik web tentu mau websitenya ramai didatangi oleh pengunjung setiap hari. Berbagai cara optimasi SEO juga diterapkan hingga mendapatkan angka trafik website yang memuaskan. Salah satunya untuk menurunkan bounce rate pada website. Masalah tersebut yaitu pengunjung web hanya membuka satu halaman dan tak tertarik menelusuri halaman lain di website.

Apa itu Bounce Rate

Apa Itu Bounce Rate?

Berikut beberapa definisi dari beberapa tool :

1) Menurut Google Analytics (GA)

Bounce rate merupakan persentase pengunjung (visitor) buka satu halaman saja lalu langsung meninggalkan website.

2) Menurut Yoast SEO

Bounce rate yaitu suatu kondisi di mana pengunjung cuma membuka satu halaman website dan tanpa melakukan tindakan apapun juga.

Mereka tak menekan tombol yang ada di halaman tersebut, seperti :

  • menu,
  • CTA, dan
  • internal link lainnya.

Bounce rate dihitung memakai perbandingan jumlah visitor. Yaitu antara jumlah visitor yang hanya membuka 1 halaman atau kunjungan halaman tunggal (single page visit) dengan semua trafik yang masuk.

Misalnya, website Anda mendapat total trafik 1000 dengan 500 single page visit. Jadi bounce rate website Anda yaitu 50%. Makin tinggi persentase bounce rate maka hal tersebut menunjukkan ada yang salah dengan strategi optimasi yang Anda lakukan. Selengkapnya mengenai perhitungan bounce rate bisa lihat di bawah.

Anda harus segera menurunkan bounce rate website. Sebab bounce rate website yang tinggi mengindikasikan 1 dari 2 kemungkinan berikut ini :

  • Kualitas konten di halaman website tersebut terlalu buruk. Sehingga pengunjung tak tertarik untuk mengeksplorasi konten-konten lainnya.
  • Konten tak sesuai dengan maksud (intent) pengunjung / visitor. Sehingga para pengunjung tersebut mencari konten dari website lain yang sesuai dengan keinginan mereka.

Lalu timbul pertanyaan, apakah website Anda punya bounce rate yang tinggi?. Anda tidak perlu menghitung manual. Karena bisa memakai Google Analytics (GA) untuk mengetahui bounce rate website Anda.

Cara Mengecek Bounce Rate di Google Analytics

Berikut ini cara mengecek bounce rate website di Google Analytics. Data ini bisa Anda gunakan untuk evaluasi dan bagaimana menurunkan bounce rate :

  • Buka Google Analytics
  • Klik Perilaku >> Ringkasan

Dapatkan Ringkasan Bounce Rate Keseluruhan

Di menu ringkasan Anda akan memperoleh rata-rata bounce rate semua halaman yang ada di website.

Buka Laporan Bounce Rate Per Halaman

Anda pun bisa mendapat laporan bounce rate per halaman dengan cara membuka menu Lihat Laporan Lengkap.

Baca juga : Cara Menggunakan Google Analytics

Sudah mendapatkan laporan bounce rate website Anda? Apakah bounce rate website Anda tinggi? Bila iya, maka Anda tak perlu khawatir. Sebab artikel kali ini akan memandu Anda bagaimana caranya menurunkan bounce rate website tersebut.

Hal yang Mempengaruhi Bounce Rate

Besar kecilnya bounce rate ditentukan oleh berbagai faktor. Baik itu berupa faktor internal maupun eksternal. Faktor internal di sini seperti desain dan konten yang Anda sajikan.

Lalu untuk faktor eksternalnya yaitu kecepatan internet dan kemudahan akses bagi pengunjung (visitor). Berikut penjelasan mengenai beberapa hal tersebut yang perlu diketahui agar bisa menurunkan bounce rate website Anda :

1) Kecepatan loading

Kecepatan loading adalah suatu hal paling vital dalam mempengaruhi bounce rate. Alasan akan hal ini sebenarnya sangatlah sederhana. Pengunjung ingin waktu yang cepat ketika membuka sebuah laman, website ataupun membaca artikel di dalamnya.

Jika kecepatan loading ini sangat lambat, maka tentu saja akan bikin pengunjung merasa membosankan. Bahkan tak jarang para pengunjung akan menutup website Anda sebelum halaman terbuka dengan baik dan sempurna.

Karena itulah Anda harus memperhatikan kecepatan loading website. Hal ini jika mau menurunkan bounce rate atau mempertahankan pengunjung ketika pertama kali membuka website Anda.

2) Desain

Setelah loading, hal kedua yang menentukan tinggi rendahnya bounce rate yaitu desain dan tampilan. Untuk urusan satu ini Anda juga perlu memperhatikannya. Buatlah para pengunjung senyaman mungkin saat masuk di website Anda.

Aturlah tampilan sebaik mungkin dan jangan bikin pengunjung bingung. Khususnya dengan banyaknya widget dan susahnya untuk mengakses hal-hal penting.

Jelas hal tersebut akan bikin pengunjung merasa terganggu. Dan mungkin saja akan meninggalkan website Anda sebelum membaca kontennya hingga habis. Untuk menurunkan bounce rate desain website sangat berperan penting.

3) Konten yang disajikan

Menyambung dengan poin di atas, masalah selanjutnya tentang bounce rate yaitu kualitas konten. Konten inilah yang jadi daya tarik paling utama dalam website. Oleh sebab itulah, penting bagi Anda untuk bikin konten berkualitas. Baik itu untuk tulisan, foto maupun video.

Cara ini memang terbukti ampuh untuk menurunkan bounce rate dan membuat pengunjung berlama-lama membuka website Anda. Sebaiknya, untuk konten hindarilah copy paste. Lalu, tonjolkan sisi manfaat dari artikel / konten yang Anda buat.

4) Linking

Selanjutnya adalah mengenai linking. Di dalam artikel Anda sebaiknya perlu memasukkan internal link untuk mempermudah pencarian lebih lanjut. Tapi, jangan masukkan internal link yang tak berhubungan dengan konten tersebut. Anda harus memasukkan internal link yang sesuai dengan konten satu dengan yang lainnya.

Sementara tentang eksternal link, sebaiknya harus diminimalisir di dalam konten artikel yang ada. Dengan adanya eksternal link, justru akan mengarahkan pembaca ke website lain. Sehingga hal tersebut malah akan meningkatkan bounce rate dari website Anda. Karena pengunjung juga tertarik untuk membuka website dari eksternal link tersebut.

Bounce Rate

Fungsi Bounce Rate

Bounce rate berfungsi sebagai salah satu indikator yang bisa membantu untuk mengukur seberapa baik kualitas suatu konten. Seperti Apakah konten website disukai oleh pengunjung atau justru masih kurang.

Besar tidaknya bounce rate akan berefek pada optimasi SEO dan kemajuan website. Oleh karena itu Anda harus menurunkan bounce rate website semaksimal mungkin.

Bila diperinci dan dipilah lagi, fungsi bounce rate yaitu sebagai berikut :

a) Meningkatkan kepercayaan mesin pencari terhadap website

Jika website tersebut dinilai baik, maka akan muncul pada halaman atas mesin pencarian. Dan hal ini tentu akan menguntungkan website Anda. Khususnya bagi pemasaran sebuah produk misalnya.

b) Sebagai salah satu indikator untuk melakukan evaluasi

Kita jadi tahu apa saja yang ada dalam website. Umumnya, faktor utama pengunjung meninggalkan website yaitu waktu loading yang lama.

Adanya pop up, promo, ataupun survei disinyalir sebagai salah satu penyebab lambatnya loading website. Makanya, Anda harus melakukan evaluasi berdasarkan temuan dari bounce rate tersebut. Hal ini untuk kembali bikin website dipercaya kembali oleh pengguna.

c) Mempengaruhi Anda dalam meningkatkan kualitas website

Di sini ada 2 strategi yang bisa Anda terapkan agar pengunjung betah berlama-lama di konten website, yaitu:

  • Dengan bikin konten baik itu artikel, foto ataupun tulisan yang baik sehingga bisa membuat meningkatkan awareness.
  • Dengan memasukkan internal link.

Dengan cara di atas, maka akan menghubungkan antara satu konten dengan konten lainnya. Sehingga, pengunjung yang penasaran akan mengklik konten selanjutnya. Dan ini perlahan akan mengurangi atau menurunkan bounce rate.

Cara Kerja Bounce Rate

Nilai atau persentase bounce rate didapat dari menghitung berapa banyak jumlah pengunjung yang buka website. Rumus dalam menghitung bounce rate yaitu :

(SPV : TV) x 100%

Catatan:

  • SPV : jumlah visitor yang hanya membuka satu halaman atau kunjungan halaman tunggal (single page visit)
  • TV : jumlah total visitor

Bounce rate tak cuma dihitung berdasarkan waktu kunjungan yang sebentar saja, tetapi juga dari hal-hal lainnya. Seperti apakah pengunjung tersebut tertarik untuk meng-klik konten lainnya di website.

Misalnya :

Sebuah website bisa dikunjungi sekitar 1 juta visitor tiap bulannya. Sementara pengunjung yang hanya mengunjungi satu halaman yaitu 500 ribu. Dari sini sebenarnya Anda bisa menghitung bounce rate dengan memakai rumus di atas yaitu :

(500.000 : 1.000.000) x 100% = 50%

Di sini muncul bahwa bounce rate dari website tersebut ialah 50%. Padahal, untuk persentase yang ideal dan direkomendasikan ialah 15% – 45%. Kasus website tersebut sebenarnya sedikit melebihi dari rekomendasi.

Jadi kesimpulannya yaitu perlu adanya sedikit perbaikan baik dari segi konten ataupun desain / tampilan. Hal ini agar Anda bisa menurunkan bounce rate website dengan optimal.

Baca Juga: Cara Membuat Website Content Diklik Banyak Orang

Menurunkan Bounce Rate

Cara Turunkan Bounce Rate

Berikut beberapa cara untuk menurunkan Bounce Rate suatu website :

a. Tingkatkan Kualitas Konten

Cara pertama untuk menurunkan bounce rate website yaitu kualitas konten. Walaupun pengunjung sudah buka website Anda, belum tentu mereka akan membaca kontennya hingga selesai.

Bila konten Anda tak disusun secara rapi, maka pengunjung akan kesulitan untuk membacanya. Dan pengunjung yang kesulitan membaca konten website Anda tersebut akan beralih ke website lain. Yaitu website dengan konten serupa yang disusun lebih rapi dan enak dibaca daripada website Anda.

Ingat, konten Anda bukanlah satu-satunya di internet. Ada ribuan atau bahkan ratusan ribu website lain yang membahas topik serupa. Jadi Anda harus bisa bikin konten / artikel dengan sebaik mungkin supaya pengunjung tak beralih ke website lain.

Bagaimana caran menurunkan bounce rate terkait kualitas konten?

1. Bagi Artikel Menjadi Paragraf-Paragraf Pendek

Pengguna internet terbiasa untuk membaca cepat. Dan dengan paragraf singkat di artikel Anda akan mempermudah mereka untuk membaca dengan cepat. Saat melihat paragraf panjang, pembaca tak bisa langsung melihat inti dari paragraf tersebut.

2. Manfaatkan Subheading

Subheading bisa membantu pembaca untuk menemukan berbagai poin penting dalam sebuah artikel. Contohnya, di artikel ini ada beberapa poin penting yang ingin disampaikan. Dan poin penting tersebut ditulis menggunakan heading 1 – 6 dari WordPress. Ini bisa Anda lakukan untuk menurunkan bounce rate website.

3. Tambahkan Visual Menarik5

Pembaca akan mudah bosan bila hanya melihat teks dari awal hingga akhir artikel. Anda bisa menambahkan media di artikel seperti :

  • foto,
  • gambar ilustrasi,
  • infografik,
  • video,
  • dll.

Selain bikin artikel yang lebih menarik, media visual pun bikin pembaca lebih mudah memahami konten Anda.

b. Buat Alur Cerita yang Menarik

Di poin pertama menurunkan bounce rate website lebih banyak menjelaskan peningkatan kualitas konten secara teknis. Namun di poin kedua yang ditekankan adalah alur cerita (storytelling) yang menarik.

Konten yang tersusun rapi, namun storytellingnya biasa saja akan kalah dengan konten yang disusun rapi dan memiliki storytelling yang menarik. Ingat, ada ribuan konten saling bersaing untuk satu kata kunci yang sama. Jadi konten di website Anda harus benar-benar outstanding di antara berbagai konten lainnya. Baik dari segi teknis dan alur cerita (storytelling).

Sebuah storytelling dianggap menarik bila pembaca merasa berhubungan (relatable) dengan cerita tersebut. Storytelling yang menarik bikin pembacanya seolah-olah sedang membaca cerita atau pengalaman mereka sendiri.

Salah satu cara efektif untuk menurunkan bounce rate yaitu bikin konten yang relatable. Caranya dengan menggunakan kata ganti orang kedua sesuai dengan gaya bahasa yang cocok dengan audiens Anda, seperti :

  • kamu,
  • Anda,
  • lo,
  • dll.

Dengan memakai kata ganti orang kedua, Anda bisa bikin storytelling yang interaktif. Di mana seakan-akan penulis sedang berbicara dengan para pembacanya. Selain itu, tempatkan diri Anda di posisi pembaca.

Ketika menulis artikel, tanyakan pada diri Anda :

  • Apa masalah yang dihadapi pembaca?
  • Solusi apa yang dapat Anda tawarkan?
  • Apa yang mau diketahui pembaca?
  • Istilah seperti apa yang mudah dipahami oleh para pembaca?

Dengan begitu Anda akan menulis konten yang benar-benar diperlukan para pembaca. Sehingga bisa menurunkan bounce rate website karena pembaca suka dan membaca konten Anda lebih lama.

c. Gunakan Popup Sewajarnya

Cara ketiga untuk menurunkan bounce rate website yaitu pakai popup secukupnya. Banyak perdebatan tentang pemakaian popup. Di satu sisi, popup dapat membantu Anda mendapatkan leads via subscriber web atau newsletter. Di sisi lain, popup tetap tak disukai oleh kebanyakan pengguna.

Anda tetap bisa memakai popup, namun jangan terlalu berlebihan. Berlebihan di sini yaitu saat membaca konten website pengunjung terus menerus disuguhi dengan popup tiap berapa menit sekali.

Pemakaian popup secara berlebih akan mendorong pengunjung untuk menutup halaman website lebih cepat. Sebesar 70% pengunjung website menyatakan popup berlebihan dan tak relevan itu sangat menjengkelkan. Jadi usahakan atur popup untuk muncul sewajarnya supaya pengunjung tak kesal.

d. Pilih Topik yang Relevan

Cara keempat untuk menurunkan bounce rate website yaitu topik konten yang relevan. Angka bounce rate akan tinggi bila website Anda mendapatkan trafik dari kata kunci yang sama sekali tak berkaitan topik website.

Saat melakukan riset kata kunci ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan seperti :

  • volume pencarian tinggi,
  • relevansinya dengan topik atau produk,
  • dll.

Misalnya, produk yang Anda jual adalah pakaian. Namun Anda menulis artikel di website mengenai minuman yang sedang hits. Website Anda mungkin bisa memperoleh trafik tinggi dari topik tersebut. Namun diikuti pula dengan bounce rate yang tinggi. Sebab topik tersebut tak relevan dengan produk Anda.

e. Buat Konten Sesuai Search Intent

Cara kelima untuk menurunkan bounce rate website yaitu konten sesuai search intent. Bayangkan, Anda mengetik sebuah kata kunci di Google. Kemudian Anda mengklik salah satu website di hasil pencarian.

Ternyata setelah membaca secara sekilas konten tersebut tak sesuai dengan yang Anda ekspektasikan. Apa yang akan Anda lakukan? Tentu Anda akan mengulangi proses pencarian kata kunci hingga menemukan konten yang sesuai keinginan.

Itulah kenapa search intent jadi komponen yang menentukan tinggi rendahnya persentase bounce rate suatu website. Pengunjung akan langsung meninggalkan website Anda saat tahu konten tak sesuai dengan yang diharapkan.

Sebaliknya, bila konten website Anda sesuai ekspektasi, maka mereka akan membacanya hingga selesai. Untuk bikin konten yang sesuai dengan search intent pengunjung, Anda perlu memahami berbagai jenis search intent lebih dulu.

Secara umum, kata kunci untuk menurunkan bounce rate dan SEO dibagi jadi 4 berdasarkan search intent, yaitu :

1. Informational Keyword

Informational keyword yaitu jenis kata kunci yang mengantar para pencari info mengenai satu topik ke konten yang menjelaskan topik terkait. Misalnya, saat mengetik “cara membuat website”, pembaca mau membaca konten yang memandunya membuat website dari awal hingga akhir.

2. Navigational Keyword

Navigational keyword yaitu kata kunci yang umumnya langsung mengarah ke merek tertentu. Misalnya, kata kunci seperti :

  • facebook,
  • twitter,
  • youtube, atau
  • instagram.

Saat mengetik kata kunci di atas, pengunjung mau langsung diarahkan ke website resmi brand tersebut. Bukan diarahkan ke penjelasan tentang sejarah merek-merek tersebut.

3. Commercial Investigation Keyword

Commercial investigation keyword yakni jenis kata kunci yang dipakai untuk mencari informasi perbandingan beberapa brand produk. Contohnya adalah kata kunci seperti :

  • sepatu terbaik,
  • smartphone gaming terbaik,
  • laptop gaming terbaik,
  • mouse terbaik,
  • dll.

Saat mencari keyword jenis ini, pengguna mau melakukan perbandingan dari kelebihan dan kelemahan berbagai brand.

4. Transactional Keyword

Transactional keyword merupakan jenis kata kunci yang dipakai saat para pencari sudah berada di fase pembelian atau transaksi. Biasanya pencari memakai kata kunci yang menunjukkan transaksi seperti beli atau murah. Contohnya :

  • beli laptop,
  • beli domain,
  • beli smartphone,
  • dll

f. Tingkatkan Kecepatan Website

Cara keenam untuk menurunkan bounce rate website yaitu kecepatan website. Satu hal paling dibenci oleh pengunjung yaitu loading website yang lambat. Loading website yang lama bikin pengunjung jengkel.

Lalu akhirnya mereka mencari website lain yang dapat memberikan informasi yang lebih cepat. Sebagus apapun konten yang Anda buat, pengunjung tetap tak memiliki toleransi untuk website dengan loading lambat.

Berikut beberapa fakta terkait loading website :

  • 53% pengguna internet meninggalkan website dengan loading yang lebih dari 3 detik.
  • 79% orang kecewa dengan website yang loadingnya lama. Mereka menyatakan tak akan kembali lagi ke website dengan loading yang lama.

Baca juga : Pentingnya Kecepatan Loading Website

g. Buat Desain Mobile Friendly

Cara ketujuh untuk menurunkan bounce rate website yaitu mobile friendly. Perangkat mobile merupakan perangkat yang paling banyak digunakan pengguna internet Indonesia untuk mengakses internet.

94% pengguna internet Indonesia mengakses internet via perangkat mobile (berdasarkan survei Google). Ponsel atau smartphone merupakan perangkat utama yang digunakan pengguna internet di Indonesia. Oleh karena itu pemilik website dituntut untuk menyediakan website yang mobile friendly.

Sayangnya, tak semua theme WordPress menyediakan fitur yang responsif di perangkat mobile. Namun Anda bisa bikin tema website jadi mobile friendly dengan memakai bantuan plugin website Mobile Friendly.

h. Atur Link Menjadi “Open in New Tab”

Cara kedelapan untuk menurunkan bounce rate website yaitu atur link. Dalam sebuah konten, tentu Anda meletakkan setidaknya 3 atau 4 tautan atau link. Baik itu internal link ataupun eksternal link.

Platform seperti WordPress secara otomatis mengatur pengunjung untuk membuka link di tab yang sama dengan halaman yang lagi dibuka. Sayangnya, hal tersebut bisa merusak pengalaman para pengunjung website. Sebab mereka harus menekan tombol back untuk kembali ke halaman awal.

Bayangkan, bila pengunjung membuka 5 link di sebuah artikel. Mereka harus menekan tombol back berkali-kali untuk kembali ke halaman awal. Tentu hal itu melelahkan bagi pengunjung dan merugikan Anda. Sebab exit rate akan semakin tinggi yang artinya bounce rate pun akan ikut naik.

Oleh sebab itu, Anda harus mengarahkan pengunjung website ke tab baru saat mengklik sebuah link di artikel.

Dengan begitu pengunjung website tak harus menekan tombol back berkali-kali untuk balik ke halaman pertama / awal. Anda dapat memodifikasi pengaturan buka tautan di tab baru (open link in new tab) di WordPress dengan mudah. Yaitu dengan memakai bantuan plugin WP External Links.

i. Tunjukkan Kredibilitas

Cara kesembilan untuk menurunkan bounce rate website yaitu kredibilitas website. Saat mencari sumber bacaan dari internet, pengunjung mau memperoleh informasi dari sumber-sumber yang kredibel, bukan website abal-abal.

Kredibilitas website bisa dilihat dari tema yang Anda gunakan, pastikan untuk memakai tema profesional. Tema WordPress profesional tidak selalu berbayar. Anda dapat menemukan berbagai pilihan tema profesional di situs resmi WordPress (WordPress.ORG).

Selain tema yang dipakai, Anda pun perlu menunjukkan bukti kredibilitas website. Salah satu caranya yaitu dengan menampilkan profil penulis website. Profil penulis berguna untuk meyakinkan pembaca jika artikel-artikel di website merupakan hasil tulisan dari para ahli.

Saatnya Menurunkan Bounce Rate Website Anda

Bounce rate merupakan salah salah satu indikator yang mesti Anda pantau secara reguler. Tingginya angka bounce rate menunjukkan bahwa Anda mesti membenahi strategi konten website.

Bisa jadi konten yang ditulis tak sesuai dengan search intent pembaca atau juga mungkin loading website terlalu lama. Sehingga pengunjung tak sabar dan meninggalkan website Anda.

Jadi, sebaiknya Anda terus memantau kondisi bounce rate website secara berkala. Hal ini supaya website tak mengalami penurunan performa. Dan selalu optimasi SEO website untuk bisa menurunkan bounce rate sekecil mungkin.

Diharapkan cara menurunkan bounce rate untuk website di atas dapat membantu Anda. Di mana dengan beberapa cara di atas akan bikin pengunjung lebih betah berlama-lama di website Anda. Dan mereka juga mengunjungi tidak hanya satu halaman saja. Selamat mencoba!

Referensi: Jasa Kelola Konten Website

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

22793

Leave a Reply

Situs Penerima PPC
Situs Penerima PPC beserta Syarat dan Ketentuannya
Mendapatkan Income dari Program PPC
Mendapatkan Income dari Program PPC untuk Website
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Bahasa Pemrograman CMS cPanel Domain Hosting Website WordPress
Setting Robot TXT
Cara Setting Robots TXT di Website
Belajar HTML Dasar
Belajar HTML Dasar bagi Pemula Lengkap
Platform Website Terbaik
Platform Website Terbaik bagi Pemula dan Profesional

Dasar SEO

Pengenalan SEO Riset Keyword

Teknik SEO

SEO Off Page SEO On Page Technical SEO

Tips SEO

Copywriting Error Website Tips SEO Lain

Tools SEO

Tools Google Tools Riset KK Tools SEO Lain
Jasa Digital Theme Tools Website Webhosting
Diztro Theme
Diztro Theme Toko Online Indonesia
Olzhop Theme
Olzhop Theme Toko Online Terbaru
Tokow Theme
Tokow Theme Template Toko Online Terbaik untuk WordPress
Struktur Google Ads
Struktur Google Ads untuk Kampanye Iklan
Cara Kerja Google Ads
Cara Kerja Google Ads di Mesin Pencarian
Layanan Google Ads
Layanan Google Ads atau Adwords
Google Keyword Planner
Panen Kata Kunci dengan Google Keyword Planner