Cara Membuat Struktur Website yang Baik dan Benar

bannerlbo

Tahukah Anda? Struktur website yang baik akan memudahkan navigasi user dan juga bagus untuk SEO. Sebaliknya, tanpa struktur yang baik website akan tampak berantakan dan sulit dinavigasi. Google juga akan kesulitan dalam membedakan konten mana yang penting dan tidak. Lantas, bagaimana caranya membuat struktur website yang SEO friendly? Dapatkan jawabannya hanya di artikel ini supaya website Anda memiliki peluang lebih besar ada di ranking teratas mesin pencari.

Membuat Struktur Website

Apa itu Struktur Website?

Struktur atau arsitektur website merupakan susunan berbagai halaman penting yang terdapat di website. Biasanya struktur website akan terlihat dari navigasi utama atau menu. Struktur website yang baik membuat berbagai halaman yang ada di website akan saling terhubung. Dengan begitu, para pengunjung bisa merasakan user experience yang baik. Karena, pengunjung dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan.

Struktur website tak hanya penting untuk sudut pandang user. Tapi juga penting untuk Search Engine Optimization (SEO). Karena, dengan membuat struktur website yang baik maka bot Google akan lebih mudah menelusuri halaman-halaman website Anda. Hal tersebut akan ikut mempengaruhi dalam penentuan ranking halaman website di mesin pencari.

Mengapa Struktur Website Penting?

Setidaknya ada beberapa alasan kenapa Anda wajib memperhatikan dan membuat struktur website sebagus mungkin. Berikut penjelasannya:

1. Dapat Mempengaruhi User Experience (UX)

Arsitektur website yang baik akan sangat mempengaruhi user experience (UX) pada para pengunjung website Anda. Selain mudah dinavigasi, pengunjung pun akan lebih mudah menemukan konten atau produk yang mereka perlukan. Beda lagi saat pengunjung susah menemukan halaman yang mereka cari. Mungkin saja tanpa pikir panjang mereka (pengunjung)  akan keluar dari website Anda. Sangat merugikan bukan, bila membuat struktur website yang tidak baik.

2. Memudahkan Crawling

Struktur website yang baik tak hanya dapat membantu user / pengunjung menemukan konten yang mereka butuhkan. Namun juga membantu web crawler untuk mengakses dan menemukan hubungan atau keterkaitan antarkonten yang Anda buat. Dari situ, web crawler akan lebih mudah dalam mengindeks konten yang Anda buat di mesin pencari.

3. Dapat Memberikan Sitelinks

Dengan membuat struktur website yang baik, Anda bisa mendapatkan sitelink untuk website. Sitelink merupakan tampilan unik di hasil pencarian milik search engine Google. Tampilan tersebut menunjukkan link homepage bersama berbagai halaman penting di bawahnya.

Sitelink sangat bermanfaat untuk SEO website Anda. Berikut beberapa manfaatnya dari sitelink lainnya yaitu :

  • Meningkatkan reputasi brand.
  • Meningkatkan kepercayaan pelanggan.
  • Membantu Anda mendominasi hasil pencarian.
  • Meningkatkan rasio klik.
  • Mempercepat conversion.

Baca : Panduan Membuat Sitelink di WordPress

4. Menghindari Kompetisi Konten dari Website yang Sama

Struktur / arsitektur website menghindarkan Anda dari kemungkinan konten yang saling berkompetisi / bersaing (cannibal content). Kompetisi semacam ini sangat merugikan website Anda. Karena akan mengurangi trafik yang diperoleh dari masing-masing konten. Kompetisi yang dimaksud mungkin terjadi saat Anda punya beberapa konten yang mirip. Contohnya saja, Anda punya beberapa artikel mengenai error WordPress dan memakai beberapa kata kunci (keyword) yang sama untuk konten tersebut.

Konten-konten yang mirip tersebut akan bikin Google kesulitan dalam memutuskan mana konten yang paling penting. Hasilnya konten-konten Anda tadi saling bersaing untuk berada di posisi teratas Google. Solusinya, Anda mesti membuat struktur website berupa taksonomi dan internal link yang baik. Jadi konten itu lebih jelas hubungannya dan tak saling bersaing.

Tipe Struktur Website

Banyak orang mengira jika hanya ada 1 tipe struktur website yang benar. Padahal, ada 4 jenis struktur website yang dapat Anda pakai. Anda bisa membuat struktur website yang menurut Anda paling baik.

Tipe Struktur Website

Apa saja tipe struktur website?

1. Linier

Struktur website tipe sekuen yaitu yang paling sederhana. Semua informasi dalam webste disusun secara linier. Bisa dari yang paling umum hingga yang paling spesifik atau secara alfabetik. Struktur semacam ini cocok untuk website edukasi atau training.

2. Hierarki

Membuat struktur website tipe ini yaitu yang paling umum dan disukai. Berbagai halaman disusun dengan struktur seperti pohon (tree). Parent page dengan informasi yang lebih umum atau luas ada di paling atas struktur. Parent page itu lalu dikategorikan jadi beberapa child pages dengan informasi yang lebih detail.

3. Matriks

Struktur website tipe matriks akan menyediakan banyak link yang relevan untuk user. Dengan berbagai kumpulan topik membuat user bebas memilih link atau page mana selanjutnya yang mau mereka kunjungi.

4. Network

Struktur website jenis ini lebih dinamis bila dibanding dengan yang lain. Dengan struktur semacam ini, user dapat bebas menentukan link atau page apa yang mereka mau kunjungi selanjutnya. User bisa punya pengalaman pencarian mereka sendiri dengan memanfaatkan fitur search.

Cara Membuat Struktur Website

Bagaimana cara untuk membuat struktur website yang SEO friendly? Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan untuk bikin struktur website yang SEO friendly, yaitu :

a. Buat Rencana Dahulu

Langkah pertama dalam membuat struktur website yaitu perencanaan. Coba tulis semua ide konten yang mau Anda masukkan ke website. Kemudian, kelompokkan semua konten tersebut dalam kategori yang lebih umum. Lalu susun semuanya sampai saling berhubungan. Misalnya, Anda ingin memakai struktur website yang berbentuk hirarki. Anda tinggal urutkan saja kontennya sampai membentuk piramida. Kira-kira seperti ini bentuknya :

Struktur Hierarki

b. Perhatikan Link Halaman di Homepage

Dari gambar membuat struktur website di atas Homepage ada di urutan paling atas. Itu artinya, homepage jadi halaman pertama yang diakses oleh pengunjung sebelum ke halaman lainnya. Itulah mengapa Anda harus menautkan beberapa link halaman paling penting ke homepage. Dengan begitu, peluang pengunjung untuk membuka halaman penting menjadi lebih besar. Mereka juga akan menemukan informasi dengan lebih mudah.

c. Buat Navigasi yang Jelas

Langkah selanjutnya untuk membuat struktur website yang SEO Friendly adalah pembuatan navigasi yang jelas. Untuk punya homepage dengan struktur yang baik, Anda harus bikin navigasi yang jelas. Ada 2 jenis navigasi yang dapat Anda tambahkan di website, yakni menu dan breadcrumbs.

Navigasi Website

1. Menu

Menu merupakan elemen navigasi utama yang terdapat di dalam website. Umumnya, menu utama diletakkan di bagian atas homepage. Tepatnya, di samping persis logo atau nama website. Atau banyak juga yang berada di bawah logo atau nama website, tergantung theme yang digunakan. Banyak owner website memakai menu untuk menampilkan halaman kategori yang memuat banyak sekali konten. Selain itu, menu bisa juga dipakai untuk menghubungkan ke halaman landing page ataupun halaman kontak.

Contohnya, web TernakWebsite. Di homepage kami, Anda bisa menemukan menu utama berisi kategori produk dan artikel seputar website. Dan menu berada di bawah logo atau nama website.

2. Breadcrumbs

Breadcrumbs yaitu navigasi tambahan yang ada di suatu website. Navigasi ini berbentuk teks yang berisi link dan umumnya ada di atas judul halaman. Breadcrumbs bisa membantu para visitor tahu posisi mereka di website Anda. Berikut ini contoh breadcrumbs trail di web TernakWebsite.

d. Gunakan Taksonomi

Langkah berikutnya untuk membuat struktur website yaitu bikin taksonomi. Agar navigasi yang Anda buat lebih teratur, coba gunakan sistem taxonomies yang ada di  WordPress atau CMS lainnya. Taxonomies dipakai untuk mengelompokkan konten berdasarkan kategori atau tag. Sehingga, visitor dapat lebih mudah untuk mencari artikel lain yang setopik.

1. Categories

Satu blog bisa terdiri dari beberapa kategori umum. Misalnya di web TernakWebsite Anda akan menemukan kategori seperti

  • SEO,
  • Digital Marketing,
  • Bikin Web,
  • dan lainnya.

Di tiap kategori tersebut masih bisa dibuat lebih detail dengan subkategori. Misalnya di kategori “SEO” ada subkategori :

  • Pengenalan SEO,
  • Riset Keyword,
  • SEO On Page,
  • SEO Off Page,
  • Technical SEO,
  • Tips SEO,
  • dan lain-lain.

2. Tags

Selain membuat struktur website dengan taksonomi yang baik berupa kategori, Anda juga bisa menggunakan tag untuk mengelompokkan konten. Berbeda dengan kategori yang strukturnya berupa hirarki, tag tak punya struktur. Meski begitu, tag tetap penting untuk digunakan. Tag dapat menunjukkan ke visitor, bahwa ada produk atau post lain yang berhubungan. Jadi, pengunjung website dapat mencari konten lain yang menurut mereka menarik.

e. Jangan Lupa Internal Link!

Langkah selanjutnya untuk membuat struktur website yaitu internal link. Mungkin Anda sudah mulai paham jika struktur website berkaitan dengan kategorisasi konten dan tautan link ke konten yang berhubungan. Maka dari itu, kini saatnya belajar cara memakai internal link. Internal link adalah istilah untuk menghubungkan konten-konten di website Anda. Internal link ini tidak bisa dilakukan sembarangan. 2 halaman yang terhubung mesti punya topik yang berkaitan.

Berikut ini pembahasan lebih lanjut mengenai internal link untuk 2 macam website :

1. Internal Link untuk Blog

Untuk blog, sama seperti menyusun hierarki kategori tadi. Anda mesti menulis beberapa topik yang lebih umum atau luas cakupannya lebih dulu. Lalu baru Anda bikin berbagai post dari beberapa topik utama tadi. Bila sudah, Anda dapat memberikan internal link di konten-konten yang masih saling berhubungan topiknya.

Misalnya, blog post kami dengan topik bikin website akan memiliki internal link dengan topik :

  • macam-macam website,
  • domain hosting,
  • jenis CMS seperti WordPress,
  • cara instal WordPress,
  • dll

Jadi, dengan begitu visitor dapat belajar lebih banyak dan mendalam mengenai topik terkait pembuatan website. Usahakan untuk memberikan banyak internal link yang relevan ke post website Anda yang penting. Sehingga, visitor tak hanya akan berhenti di halaman penting Anda, namun juga di halaman terkait lainnya.

2. Internal Link untuk Online Shop

Membuat struktur website untuk blog dan toko online biasanya berbeda salah satunya dari segi internal link dan cara kerjanya. Di online shop, Anda mau visitor untuk tetap di satu halaman hingga mereka melakukan pembelian. Makanya, internal link untuk online shop mesti dapat mengarahkan pengunjung ke pilihan produk atau deal yang lebih menguntungkan. Ini beberapa trik khusus internal link untuk online shop yaitu :

  • Link dari bundle produk ke produk yang lebih spesifik.
  • Link yang mengarah ke bagian :
  • Pelanggan pun membeli produk ini …
  • Best seller product
  • Lebih murah dengan membeli juga produk yang lain
  • Produk lain yang sejenis

Baca juga: Trik SEO Ampuh untuk Website toko Online

f. Kelola Struktur Website Anda

Setelah selesai membuat struktur website, tugas Anda tidak serta merta selesai. Anda tetap harus melakukan maintenance. Anda mesti terus memerhatikan struktur website, saat akan menambahkan konten baru. Dengan kata lain, arsitektur website merupakan bagian dari strategi SEO untuk jangka panjang Anda. Untuk mengelola struktur website, Anda perlu melakukan beberapa hal di bawah ini :

1. Audit konten Anda

Audit konten artinya bila memiliki artikel yang telah kedaluarsa, Anda mesti mengupdate dan lalu mempublikasikannya ulang. Selain itu, bila ada artikel yang tak pernah dikunjungi, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk menghapusnya saja.

Tapi ingat, jangan sembarangan menghapus page atau artikel. Karena, jika sampai Google tidak bisa menemukan halaman karena sudah dihapus, maka user Anda akan mendapatkan 404 error page. Jika sudah begitu, SEO website akan jadi buruk.

Untuk mencegah itu tadi terjadi, Anda perlu melakukan redirect URL halaman yang sudah Anda hapus. Dengan melakukan redirect halaman, alih-alih menemukan halaman error 404, user Anda akan menemukan halaman lain yang relevan.

Baca juga: Panduan Audit Website untuk Pemula

2. Hindari Keyword yang Sama

Website Anda akan berisi banyak sekali konten. Dari yang topiknya luas, hingga yang spesifik. Maka Anda mesti berhati-hati dengan keyword yang sama atau sangat mirip saat menambahkan konten. Bila tidak, Anda bisa saja kehilangan ranking di Google. Itu karena Anda berkompetisi dengan artikel di web sendiri.

Oleh karena itu, setelah membuat struktur website Anda harus mengelolanya. Salah satunya, Anda perlu untuk melakukan riset performance konten Anda. Sehingga, Anda tahu harus berbuat apa. Misalnya, apakah harus menggabungkan konten dengan keyword yang sama atau perlu melakukan redirect.

3. Cek Kembali Taksonominya

Mengecek taksonomi merupakan salah satu cara mengelola struktur website. Coba Anda cek kembali apakah susunan kategori dan subkategori website masih sesuai dengan konten yang dibuat.

Misalnya, ada 1 kategori yang isinya lebih banyak konten bila dibanding dengan kategori lainnya. Itu artinya, mungkin saja Anda harus bikin kategori baru. Sebaliknya, bila ada kategori yang isinya hanya sedikit page, lebih baik hapus saja. Anda bisa juga pilih memindahkan halaman tersebut dan gabungkan ke kategori yang lainnya saja.

Lalu, bila Anda bikin sitemap HTML secara manual, usahakan untuk selalu memperbarui setelah mengubah struktur website Anda. Tapi, bila Anda punya sitemap XML, lakukan re-submit sitemap itu kembali ke Google Search Console (GSC).

Saatnya Bikin Struktur Website yang SEO Friendly!

Struktur website yang baik menaikkan reputasi website Anda di mata Google dan pengunjung. Itu mengapa tak ada salahnya untuk mengeluarkan tenaga lebih guna memperhatikan hal yang satu ini. Baik saat baru mulai bikin website ataupun waktu ingin mengatur ulang struktur website yang telah Anda jalankan.

Di artikel ini, Anda sudah dapat informasi super komplit seputar cara membuat struktur website SEO yang baik. Semoga informasi ini bermanfaat ya. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

22793

Leave a Reply

Situs Penerima PPC
Situs Penerima PPC beserta Syarat dan Ketentuannya
Mendapatkan Income dari Program PPC
Mendapatkan Income dari Program PPC untuk Website
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
cPanel Domain Hosting Landing Page Masalah Website Website WordPress
Strategi Memilih Nama Domain
Strategi Memilih Nama Domain yang Tepat
Meningkatkan Keamanan WordPress
Tips Ampuh Meningkatkan Keamanan WordPress
Membuat Landing Page
Cara Membuat Landing Page yang Menarik dan Efektif

DM Lainnya

Cafebisnis Pakarbot Ratakan

Jasa dan Pelatihan

Jasa Digital Jasa Lainnya Pelatihan

Theme

Kentooz Oketheme Theme Lainnya

Webhosting

Hosting Bisnis Hosting Personal Hosting Ternak Web
Pengenalan SEO Riset Keyword SEO Off Page SEO On Page Technical SEO Tips SEO Tools Google
Optimasi Internal Link
Panduan Optimasi Internal Link Lengkap pada Website
Link Dofollow dan Nofollow
Cara Membuat Link Dofollow dan Nofollow di Website
Backlink Berkualitas
Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas Bagus untuk Website
Tutorial Litespeed Cache
Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website
Cara Membuat Form Kontak di Website
Cara Membuat Form Kontak di Website 100% Mudah Dilakukan
Cara Menangani Komentar SPAM di Website
Cara Menangani Komentar SPAM di Website 100% Ampuh
Pengaturan CloudFlare di Website
Pengaturan CloudFlare di Website dengan Plugin