Cara Membuat Landing Page yang Menarik dan Efektif

bannerlbo

Pembahasan kita kali ini ialah cara membuat landing page yang menarik dan efektif. Landing page adalah kunci untuk meningkatkan penjualan. Di lautan lepas, seorang nelayan sedang merasa girang. Karena hari itu ia berhasil menjaring ikan jauh lebih banyak dari biasanya. Tentu, tak akan ada hasil tanpa adanya usaha.

Membuat Landing Page

Study Kasus

Untuk menangkap lebih banyak ikan, ia telah memperluas jaringnya. Ia juga memasang beberapa lampu pijar untuk menarik perhatian ikan-ikan yang berenang di sekitaran bagan apungnya.

Sebentar, kenapa Anda malah membaca cerita tentang nelayan? Bukankah Anda sedang ingin belajar cara untuk menarik lebih banyak calon konsumen? Karena pada dasarnya Anda dapat mengaplikasikan cara yang sama dalam menjalankan bisnis online.

Anggaplah Anda adalah seorang nelayan dan calon konsumen Anda adalah ikannya. Apa yang bisa Anda gunakan untuk menjaring calon konsumen dalam jumlah yang lebih banyak? Jawabannya adalah Landing page.

Ya, landingpage adalah halaman website yang berfungsi untuk menjaring calon konsumen. Biasanya, landingpage digunakan khusus untuk memasarkan suatu produk atau layanan. Namun, seberapa efektif sih landingpage? Mengapa Anda perlu membuat landing page? Yuk cek di bagian berikut!

Mengapa Landing page itu Penting?

Tahukah Anda?

  • Rata-rata landingpage mampu menghasilkan tingkat pembelian (conversion rate) sebesar 9,7%.
  • Perusahaan yang membuat 10 hingga 15 landingpage mampu menjaring 55% lebih banyak leads (calon konsumen).
  • Dengan target yang jelas dan testing secara berkala, landing page mampu mendorong penjualan hingga lebih dari 300%!
Landing Page dan Bisnis Online

Berdasarkan info di atas, tentu sekarang Anda tahu mengapa landing page menjadi bagian penting dari bisnis online. Apakah membuat landing page saja sudah cukup? Tentu saja tidak. Anda juga harus membuatnya menarik. Karena, bukan hanya bisnis Anda yang memiliki landing page. Kompetitor Anda pun mungkin sudah membangun landing page untuk menjaring calon konsumen yang Anda targetkan.

Jadi, landing page yang menarik bukanlah suatu pelengkap, melainkan kebutuhan. Semakin banyak calon konsumen yang Anda tangkap, semakin besar pula kemungkinan penjualan Anda meningkat!

Walau sekilas terlihat sama, perlu dicatat bahwa landing page dan homepage (halaman utama) itu berbeda. Jangan sampai tertukar ya! Karena, tujuan homepage adalah mengarahkan pengunjung ke berbagai halaman di website. Sedangkan, landing page fokus untuk mendorong konversi, alias pembelian.

Fungsi Landing Page

Tidak hanya itu, landing page juga punya dua fungsi yang akan kita bahas di bagian selanjutnya. Apa saja fungsi Landing Page?

Bicara tentang fungsi landing page tidak akan ada habisnya. Contohnya seperti memperkenalkan produk atau meningkatkan kredibilitas bisnis. Tapi, pada dasarnya landing page punya dua fungsi utama, yaitu:

  1. Menarik konsumen potensial (Lead)
  2. Meningkatkan penjualan

Kedua fungsi tersebut membutuhkan jenis landing page yang berbeda pula. Untuk menarik lead, Anda perlu membuat halaman Lead Generation. Sedangkan untuk meningkatkan penjualan, Anda perlu membuat halaman Clickthrough.

Jadi apa sih perbedaan keduanya? Yuk simak di bawah!

Lead Generation

Mengumpulkan informasi kontak calon konsumen. Sehingga, Anda bisa menjalin hubungan jangka panjang dengan mereka (biasanya melalui email). Contoh penggunaannya yaitu seperti mengajak calon konsumen untuk mendaftar sebelum :

  • download ebook gratis.
  • mendapat akses webinar.

Click-through

Mengarahkan calon konsumen untuk melakukan pembelian. Jadi, jenis landing page ini cocok jika Anda sedang ingin mendorong penjualan. Contoh penggunaannya yaitu seperti menawarkan calon konsumen untuk :

  • membeli produk atau layanan.
  • mencoba produk atau layanan Anda (free trial).

Seperti yang Anda lihat, kedua landing page tersebut punya tujuan yang berbeda. Inilah mengapa Anda perlu menentukan tujuan Anda terlebih dahulu sebelum membangun atau membuat landing page.

Jadi, bagaimana cara membuat landing page yang menarik? Berikut berbagai tips menarik yang bisa Anda jadikan rujukan saat membuat landingpage.

Landing Page

Membuat Landing Page yang Menarik

Landing page biasanya dibagi ke dalam lima bagian. Jika ingin membangun landing page yang menarik, Anda harus memiliki kelima bagian di atas. Tidak boleh ada yang tertinggal, karena semuanya saling melengkapi. Berikut kelima bagian penting saat Anda mau membuat landing page yang menarik :

a. Headline

Kalimat awal yang berisi inti penawaran Anda. Fungsinya sama seperti judul. Berikut tips membuat landing page untuk bagian headline :

1. Jelaskan keunggulan produk atau layanannya

Pastikan calon konsumen paham apa yang Anda tawarkan. Sebutkan nilai utama (value) dari produk Anda. Untuk memastikan bahwa nilai yang Anda tawarkan sesuai dengan keinginan calon konsumen, Anda perlu memahami konsep customer value.

2. Hindari kalimat yang terlalu panjang

Pastikan saat membuat landing page Anda menggunakan kalimat seefektif mungkin. Kalimat yang tertulis di headline harus mengandung maksud yang jelas. Jangan terlalu bertele-tele, karena ini akan membuat calon konsumen bosan dan kebingungan.

3. Gunakan subheading untuk melengkapi headline utama

Sebagai pendukung headline utama, Anda bisa membuat subheading. Fungsinya untuk menjawab headline utama atau menjelaskan isi headline-nya secara lebih detail. Jadi, pengunjung bisa paham tentang value yang ditawarkan.

4. Sebutkan permasalahan yang dihadapi calon konsumen

Cara termudah untuk menarik perhatian calon konsumen adalah dengan menyebutkan permasalahan yang mereka hadapi. Dengan begitu, calon konsumen akan langsung tahu bahwa Anda punya solusi yang mereka butuhkan. Jadi saat membuat landing page usahakan headlinenya berisi solusi permasalahan yang pelanggan butuhkan.

5. Menggunakan teknik copywriting headline

Agar headline yang Anda buat semakin menarik, Anda dapat menggunakan teknik copywriting. Jika ingin tahu berbagai contohnya, Anda dapat cek artikel kami yang membahas tentang contoh copywriting headline.

b. Elemen Visual

Gambar atau video dari produk yang Anda tawarkan. Berikut beberapa tips membuat landing page untuk bagian elemen visual

1. Tampilkan gambar atau video yang merepresentasikan produk atau layanan Anda

Pastikan gambar atau video yang Anda tampilkan relevan dengan produk yang Anda tawarkan. Jadi, calon konsumen bisa mengetahui gambaran fisik produk Anda dari gambar atau video tersebut. Pastikan penempatan gambar atau videonya juga tepat. Sebagai pedoman, Anda bisa ikuti hierarki visual dalam desain website.

2. Pastikan gambar atau video menampilkan fungsi produk Anda

Salah satu fungsi elemen visual adalah untuk membantu calon konsumen memahami produk yang Anda tawarkan. Jadi, pastikan saat membuat landing page gambar atau video yang Anda tampilkan juga mampu menjelaskan fitur dan fungsi produknya.

3. Pastikan format gambar-nya tepat

Format gambar dapat mempengaruhi kecepatan loading landing page Anda. Dengan format yang tepat, gambarnya akan lebih ringan dan enak dilihat. Jadi pastikan memilih format gambar yang tepat dan sesuai untuk website Anda.

4. Gunakan kombinasi warna yang efektif

Elemen visual tidak terbatas pada gambar atau video yang Anda gunakan saja. Anda pun perlu memperhatikan kombinasi warna desain website secara keseluruhan, khususnya pada bagian background.

c. Call To Action

Ajakan kepada calon konsumen untuk menerima penawaran Anda. Contohnya seperti melakukan pembelian atau mulai berlangganan. Berikut berbagai tips membuat landing page untuk bagian Call To Action (CTA) :

1. Pastikan CTA memberi instruksi yang jelas

Tujuan CTA adalah mengarahkan calon konsumen untuk melakukan sesuatu. Jadi, pastikan CTA-nya menggunakan kata kerja yang jelas. Seperti pada contoh di atas, CTA- nya diawali dengan kata “Pesan”.

2. Sebutkan dengan jelas apa yang Anda tawarkan di CTA-nya

Tidak hanya instruksi, Anda juga harus memberitahu dengan jelas apa yang ditawarkan di CTA-nya. Saat membuat landing page Anda harus membuat CTA yang berisi pemberitahuan produk yang ditawarkan.

3. Berikan warna yang kontras untuk tombol CTA

CTA yang efektif adalah CTA yang diklik. Untuk memperbesar kemungkinan tombol CTA-nya diklik, Anda dapat membuatnya lebih mencolok. Contohnya dengan menggunakan warna yang kontras dibanding warna background-nya.

4. Besarkan ukuran tombol CTA

Selain memberi warna yang kontras, Anda dapat membuat tombol CTA menjadi lebih mencolok dengan cara membesarkan ukuran tombol CTA-nya. Namun, saat membuat landing page untuk CTA pastikan ukurannya tetap wajar dan nyaman ketika dilihat.

5. Mempelajari Teknik CTA

Ada berbagai macam teknik yang bisa Anda pelajari untuk membuat CTA yang lebih efektif. Contohnya seperti menyebutkan penawaran terbatas atau menempatkan tombolnya di posisi yang tepat.

d. Manfaat dan Fitur Product

Detail dari produk atau layanan yang Anda tawarkan. Sehingga calon konsumen bisa tahu seluruh fitur dan manfaatnya. Ini tips membuat landing page untuk bagian manfaat dan fitur produk :

1. Pastikan setiap fitur dijelaskan lengkap dengan manfaatnya

Fitur memang penting. Tapi calon konsumen tidak akan tertarik jika Anda tidak menjelaskan manfaatnya juga. Jadi, sebutkan berbagai manfaat menarik yang dapat mereka nikmati jika membeli produk Anda.

2. Sebutkan apa yang menjadi kekhawatiran calon konsumen

Calon konsumen akan jauh lebih tertarik jika fitur yang Anda tawarkan mampu memecahkan masalah yang mereka hadapi. Jadi, pahami dulu apa yang menjadi permasalahan utama calon konsumen, lalu sebutkan manfaat produk Anda sebagai solusi dari permasalahan tersebut.

3. Jangan berlebihan, gunakan fakta

Jelaskan fitur dan manfaat produk Anda sewajarnya saja. Jangan membuatnya terlalu bombastis, karena hal tersebut dapat mengundang kecurigaan calon konsumen. Agar manfaat produk Anda terlihat lebih kredibel, Anda dapat menampilkan fakta atau data terkait performa produk Anda.

4. Gunakan teknik copywriting

Selain headline, bagian fitur produk juga butuh copy yang menarik. Sehingga, fitur-fitur produk Anda akan terlihat lebih “menjual”. Jika Anda ingin belajar cara mempraktikkan copywriting dengan baik, Anda dapat mengunjungi artikel kami.

e. Social Proof

Bukti-bukti yang menyatakan bahwa produk atau layanan Anda bisa dipercaya, bisa berupa testimoni pelanggan, rating atau endorsement. Ini beberapa tips membuat landing page untuk bagian social proof

1. Menggunakan kutipan langsung dari konsumen

Jika Anda pernah mendapat review positif dari konsumen, Anda dapat mengutipnya di landing page Anda. Dengan demikian, calon konsumen akan tahu bahwa sudah ada yang puas dengan produk Anda. Hal ini tentu dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli.

2. Menampilkan video testimoni

Cara lain yang bisa Anda gunakan untuk meyakinkan calon konsumen adalah menampilkan video testimoni. Anda dapat melakukannya saat melakukan interview langsung dengan konsumen Anda.

3. Menampilkan logo klien / portal berita

Dengan menampilkan logo dari klien- klien yang pernah membeli produk atau menggunakan layanan Anda, bisnis Anda akan terlihat lebih kredibel. Terlebih lagi jika logo yang ditampilkan adalah logo dari brand terkenal. Sebagai alternatif, Anda juga bisa menampilkan logo portal berita yang telah meliput produk Anda.

4. Menampilkan rating dari platform lain.

Selain review, biasanya calon pembeli menjadikan rating sebagai tolak ukur sebelum melakukan pembelian. Jadi, jika produk Anda punya rating positif di Google Bisnisku atau di online marketplace seperti Tokopedia atau Shopee, Anda dapat mencantumkannya juga di landing page.

5. Menampilkan tingkat engagement dari media sosial

Jika Anda ingin menunjukkan bahwa produk Anda diminati banyak orang, Anda dapat menunjukkan tingkat engagement yang Anda dapat di media sosial. Baik berupa jumlah like, comment, atau share.

6. Manfaatkan afiliasi dengan tokoh terkenal

Apakah produk Anda pernah dipromosikan atau di-mention oleh tokoh terkenal, seperti selebgram atau YouTuber? Jika iya, Anda dapat menampilkannya juga. Karena, survei dari Google menunjukkan bahwa pendapat dan opini Youtuber dapat mempengaruhi keputusan calon pembeli.

Tips agar Landing Page Semakin Efektif

Selamat! Sekarang Anda sudah tahu bagaimana cara membuat rangka landing page yang menarik, mulai dari headline hingga social proof. Tapi tunggu dulu! Masih banyak tips lain yang bisa Anda ikuti agar landing page Anda tidak hanya menarik, tapi juga efektif. Berikut adalah beberapa tips yang patut Anda perhatikan sebelum, saat, dan sesudah membuat landing page:

a. Sebelum Bikin Landing Page

Tips sebelum membuat landing page seperti :

1. Kenali Siapa Target Konsumen Anda

Jika Anda ingin landing page-nya tepat sasaran, Anda harus tahu terlebih dahulu isinya ditargetkan untuk siapa. untuk memahami target konsumen, Anda bisa membuat persona.

2. Tetapkan Tujuan Landing Page Anda

Setelah mengidentifikasi target konsumen, Anda tinggal menentukan apa yang Anda harapkan dari mereka. Apakah Anda ingin mereka untuk langsung membeli produk? Mulai berlangganan? Atau melakukan registrasi? Hal ini dapat mempermudah Anda saat membuat rangka landing page.

b. Saat Bikin Landing Page

Tips saat membuat landing page yaitu :

1. Pasang Informasi Terpenting di Paling Atas

Jika landing page Anda panjang, pastikan informasi terpenting disimpan di paling atas. Jadi, walaupun calon konsumen tidak scroll ke bawah, mereka bisa tahu jelas apa yang Anda tawarkan.

2. Hindari Distraksi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan di landing page adalah memasang terlalu banyak link, atau bahkan memasang pop-up. Hal-hal seperti ini dapat mengalihkan perhatian calon konsumen dari bagian terpenting landing page, yaitu CTA dan informasi produk.

3. Kurangi Jumlah Kolom di Form

Jika Anda memasang form di landing page, pastikan jumlah kolomnya sedikit. Pertahankan kolom-kolom yang penting saja. Karena, jumlah kolom yang terlalu banyak dapat memberatkan calon konsumen. Buktinya, riset menunjukkan bahwa kolom “umur”, “alamat”, dan “nomor telepon” dapat mengurangi tingkat konversi.

4. Gunakan Whitespace

Whitespace adalah ruang kosong yang disediakan untuk memberi jarak antar komponen landing page. Selain membuat landing page Anda lebih rapi, whitespace juga dapat mendorong pengunjung untuk fokus ke informasi-informasi penting yang Anda sediakan.

5. Praktikkan SEO

Salah satu cara terbaik untuk mengundang traffic ke landing page Anda adalah melalui SEO (Search Engine Optimization). Dengan cara ini, para pengunjung dari mesin pencari bisa menemukan landing page Anda.

c. Setelah Bikin Landing Page

Tips setelah membuat landing page yakni :

1. Melakukan A/B Testing

A/B Testing adalah metode di mana Anda membandingkan dua variasi landing page atau lebih untuk kemudian dibandingkan performanya. Lalu, variasi landing page yang performanya paling bagus lah yang akan dipilih.

2. Memanfaatkan Google Analytics

Apakah performa landing page Anda telah berhasil mencapai target? Ingin tahu karakteristik pengunjung landing page Anda? Nah, Anda dapat mengetahuinya dengan Google Analytics.

3. Analisa Halaman dengan Menggunakan Heat Map

Heat map adalah visualisasi data yang dapat memprediksi bagian-bagian landing page yang paling sering diklik. Dengan begitu, Anda bisa tahu manakah lokasi terbaik untuk meletakkan CTA Anda. Jika Anda ingin tahu cara kerja heat map seperti apa, Zyro menyediakan fitur AI Heatmap yang bisa Anda gunakan secara cuma-cuma.

4. Pastikan Halaman Cepat Dibuka

Sebagus apapun landing page Anda, tentu tidak akan ada artinya apabila pengunjung kesulitan untuk membukanya. Jadi, pastikan kecepatan loading landing page Anda tidak lebih dari 2 detik. Untuk mengecek kecepatan landing page, Anda bisa lihat artikel kami.

5. Buatlah Halaman Terima Kasih

Terakhir, jangan lupa mengapresiasi pembeli dengan menampilkan halaman terima kasih. Di halaman ini, Anda juga bisa memberikan penawaran tambahan. Contohnya seperti “Jika Anda puas dengan produk ini, mungkin Anda akan menyukai produk X”.

Sekian informasi seputar cara membuat landing page yang menarik dan efektif, kami harap artikel ini mencerahkan Anda. Mohon artikel bikin landing page ini diviralkan biar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi: Komunitas Digital Marketing

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

22793

Leave a Reply

Situs Penerima PPC
Situs Penerima PPC beserta Syarat dan Ketentuannya
Mendapatkan Income dari Program PPC
Mendapatkan Income dari Program PPC untuk Website
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendaftarkan Website ke UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
Cara Mendapatkan Income dari UpToPromo
CPanel Domain Hosting Landing Page Masalah Website Website WordPress
Meningkatkan Keamanan WordPress
Tips Ampuh Meningkatkan Keamanan WordPress
Membuat Landing Page
Cara Membuat Landing Page yang Menarik dan Efektif
Cek Up Time dan Down Time
Website Anda Sering Down? Coba Cek Up Time dan Down Time-nya!

DM Lainnya

Cafebisnis Pakarbot Ratakan

Jasa dan Pelatihan

Jasa Digital Jasa Lainnya Pelatihan

Theme

Kentooz Oketheme Theme Lainnya

Webhosting

Hosting Bisnis Hosting Personal Hosting Ternak Web
Optimasi SEO Riset Keyword SEO Off Page SEO On Page Tools Google
Mendapatkan Keyword yang Tepat
Cara Mendapatkan Keyword yang Tepat dan Akurat
SEO Tools Terbaik
SEO Tools Terbaik dan Gratis untuk Riset Kata Kunci
Panduan Optimasi SEO Image
Panduan Optimasi SEO Image untuk Memaksimalkan Website
Tutorial Litespeed Cache
Tutorial Litespeed Cache untuk Mempercepat Website
Cara Membuat Form Kontak di Website
Cara Membuat Form Kontak di Website 100% Mudah Dilakukan
Cara Menangani Komentar SPAM di Website
Cara Menangani Komentar SPAM di Website 100% Ampuh
Pengaturan CloudFlare di Website
Pengaturan CloudFlare di Website dengan Plugin